Puan Minta Penanganan Terpadu Dampak Erupsi Anak Krakatau
JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah pusat dan daerah menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau secara terpadu, cepat, dan berpihak pada keselamatan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (7/9/2026) setelah aktivitas gunung meningkatkan sebaran abu vulkanik yang mengganggu kesehatan, transportasi, dan pendidikan di beberapa provinsi.
Dampak kesehatan, transportasi, dan pendidikan
Abu vulkanik dari erupsi menyebar hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi ini menurunkan jarak pandang dan memaksa penutupan sejumlah bandara.
Dari sisi kesehatan, partikel abu berpotensi memicu iritasi mata, batuk, hingga gangguan saluran pernapasan (ISPA), terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Beberapa daerah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk melindungi anak-anak dari paparan.
Permintaan konkret: keselamatan dan fasilitas dasar
Puan menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia meminta kementerian/lembaga serta pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan dan layanan kesehatan berjalan merata.
"Pemerintah perlu bergerak cepat dan terpadu dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah memengaruhi kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah,"
Ia juga menegaskan pentingnya ketersediaan masker dan akses fasilitas kesehatan untuk warga terdampak.
Perlindungan sosial bagi kelompok rentan
Puan meminta perhatian khusus bagi pekerja harian, pedagang kecil, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga yang kehilangan penghasilan. Kebijakan keselamatan menurutnya harus disertai perlindungan ekonomi agar keluarga tidak dipaksa memilih antara kesehatan dan memenuhi kebutuhan hidup.
Pemulihan transportasi dan informasi publik
Di sektor transportasi, Puan mengusulkan pemulihan operasi secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Ia juga meminta penjadwalan ulang penerbangan agar menghindari penumpukan penumpang saat bandara kembali beroperasi.
Selain itu, pemerintah diminta terus memberikan informasi terkini dan edukasi mitigasi bencana kegunungapian, khususnya terkait risiko kesehatan akibat sebaran abu.
Pengawasan DPR dan imbauan ke publik
DPR akan mengawal respons pemerintah melalui alat kelengkapan dewan terkait. Ukuran keberhasilan penanganan, menurut Puan, bukan hanya penurunan aktivitas gunung atau dibukanya bandara, melainkan berapa kecil korban dan kerugian yang harus ditanggung rakyat.
"Tetap tenang dan tidak perlu panik. Ikuti anjuran dari Pemerintah dalam menghadapi bencana erupsi gunung berapi,"
Puan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan yang tidak mendesak. Langkah ini diperlukan untuk meminimalkan paparan abu vulkanik dan menjaga kesehatan publik.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Surabaya Desak Verifikasi Data Desil dengan Pendekatan Jemput Bola
DPRD Surabaya minta verifikasi data desil dengan jemput bola setelah ditemukan ribuan ketidaksesuaian yang b...
PDI Perjuangan Rejotangan Bentuk Ranting dengan 30% Gen Z
PDI Perjuangan Rejotangan bentuk pengurus Ranting dan Anak Ranting pada 5 September 2026, mengakomodir 30% G...
Yuzar Minta Warga Urus Perubahan Data Bila Alami Kenaikan Desil
Warga Kediri diimbau segera mengurus perubahan data desil melalui kelurahan agar bansos tepat sasaran dan IK...
Kekeringan Tuban: PDI Perjuangan Dorong Solusi Air Bersih Jangka Panjang
PDI Perjuangan Tuban dorong solusi jangka panjang untuk atasi kekeringan tahunan, mulai dari embung, pipanis...
Novita: Infrastruktur Kunci Jadikan Budaya Kekuatan Ekonomi
Novita Hardini minta infrastruktur dan teknologi diprioritaskan agar kebudayaan jadi kekuatan ekonomi, bukan...
PDI Perjuangan Salurkan Ribuan Liter Air Bersih di Trenggalek
PDI Perjuangan Trenggalek menyalurkan ribuan liter air bersih ke lima desa pada puncak kemarau untuk bantu k...