Politik

Novita: Infrastruktur Kunci Jadikan Budaya Kekuatan Ekonomi

Bagikan:
Pertunjukan Turonggo Yakso Trenggalek pada Yeosu World Island Fair 2026

Jakarta, 6 September 2026 — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah dan pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan teknologi untuk mengubah kebudayaan dari atraksi sesaat menjadi kekuatan ekonomi. Pernyataan ini disampaikan terkait partisipasi Indonesia pada Yeosu World Island Fair 2026 di Korea Selatan, yang berlangsung 5 September–4 November 2026.

Kebudayaan harus berujung pada ekonomi

Menurut Novita, pameran internasional seperti Yeosu memberi peluang memperkenalkan seni dan membuka kerja sama ekonomi serta pariwisata. Ia mencontohkan kesenian Turonggo Yakso dari Trenggalek yang dibawa ke panggung internasional.

"Kalau hari ini mereka mengenal Turonggo Yakso, maka kita ingin mereka mengenal lebih potensi Trenggalek. Selain berharap mereka datang sebagai wisatawan, mereka akan datang sebagai mitra bisnis, sebagai kolaborator,"

Novita menegaskan bahwa kebudayaan yang hidup tidak hanya dilestarikan, tetapi juga harus dapat menghidupi generasi yang mewarisinya.

Infrastruktur jangan jadi pelengkap

Novita mengingatkan seringkali infrastruktur dianggap sebagai pelengkap, padahal tanpa konektivitas dan fasilitas dasar, destinasi sulit berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Ia menjabarkan beberapa elemen infrastruktur yang menjadi prasyarat:

  • Jaringan transportasi antar-pulau dan jalan yang saling terhubung
  • Pasokan listrik dan ketersediaan air untuk mendukung fasilitas wisata
  • Konektivitas digital untuk akses informasi dan transaksi
  • Pusat kebudayaan, ruang kreatif, galeri, dan sentra pelatihan

Infrastruktur itu juga harus mendukung kerja sama internasional dan perlindungan kawasan dari potensi bencana, serta terintegrasi dengan pemahaman perubahan iklim.

Dorong ekosistem pariwisata berbasis digital

Novita menilai penguatan digital menjadi pekerjaan rumah penting. Wisatawan perlu akses informasi terintegrasi tentang kuliner, destinasi, ruang kreatif, dan produk lokal melalui satu pintu.

Ia menyebut pengalaman di Korea Selatan dengan platform seperti NAVER Map sebagai contoh sistem navigasi dan informasi yang memudahkan wisatawan.

"Indonesia masih jauh dikatakan layak menjadi destinasi dunia jika tidak meng-upgrade ekosistem pariwisatanya berbasis digital,"

Bukan berarti teknologi menggantikan akar budaya. Sebaliknya, teknologi menjadi alat memperluas jangkauan budaya dan membuka nilai ekonomi baru, termasuk keterhubungan dengan UMKM dan industri kreatif.

Dari budaya menuju pemerataan kesejahteraan

Novita berharap partisipasi Trenggalek di Yeosu bukan sekadar pertunjukan seni. Ia menekankan rangkaian dari identitas budaya menuju diplomasi, konektivitas, ekonomi, dan akhirnya pemerataan kesejahteraan.

Pada keikutsertaan tersebut, Novita memberangkatkan 15 penari terpilih untuk membawa kesenian daerah ke panggung internasional. Kehadiran ini diharapkan memperkenalkan potensi kebudayaan dan ekonomi kreatif Jawa Timur ke jejaring internasional.

Novita menutup dengan penegasan bahwa keberhasilan pelestarian budaya diukur dari kemampuan budaya memberi kehidupan lebih baik kepada masyarakat pewarisnya.

Penampilan Turonggo Yakso dari Trenggalek pada Yeosu World Island Fair 2026
Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait