Politik

Sanusi Tegaskan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan:
Bupati Malang HM Sanusi saat rapat koordinasi MBG di Pendopo Agung

Malang, 7 September 2026 — Bupati Malang HM Sanusi menegaskan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memperingatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak lengah. Ancaman sanksi pidana disiapkan bila kelalaian menyebabkan keracunan makanan.

Ancaman sanksi dan imbauan tegas

Sanusi menyampaikan pesan tegas itu saat rapat koordinasi dan monitoring bersama Kantor Staf Presiden di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin 7 September 2026. Ia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak adalah prioritas utama.

"Jangan main-main, ini menyangkut nyawa dan kualitas anak bangsa. Jika terjadi keracunan akibat kelalaian, saya tidak segan untuk menuntut secara pidana,"

Prosedur uji kelayakan makanan

Pemkab Malang mewajibkan setiap pengelola SPPG melakukan uji kelayakan makanan atau test food sebelum distribusi. Prosedur ini bertujuan mencegah risiko kesehatan dan memastikan kandungan gizi sesuai standar.

Setiap tahapan penyediaan makanan harus dicatat dan diawasi. Sanusi menekankan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya soal jumlah porsi, tetapi kualitas gizi dan keamanan pangan.

Pengawasan berlapis di lapangan

Pemerintah daerah membentuk sistem pengawasan berlapis untuk meminimalkan celah kelalaian. Struktur pengawasan melibatkan unsur pemerintahan dan keamanan.

  • Satgas Khusus yang dipimpin Sekretaris Daerah
  • Inspektorat dan Dinas Kesehatan
  • Unsur TNI dan Polri
  • Camat di 33 kecamatan

Dengan pengawasan lintas sektor, Pemkab berharap kontrol tidak hanya pada penyedia, tetapi juga pada proses distribusi hingga penerima manfaat.

Pelaporan real-time dan kanal pengaduan

Kepala SPPG diwajibkan menyampaikan laporan pelaksanaan MBG secara real-time. Hal ini untuk mempercepat deteksi masalah dan respons terhadap kejadian yang tidak diinginkan.

Pemkab Malang juga akan membuka kanal pengaduan publik MBG sebagai sarana bagi masyarakat menyampaikan laporan dan keluhan terkait pelaksanaan program.

Dampak jangka panjang

Sanusi menilai MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini diharapkan mendukung kesehatan serta kemampuan kognitif anak-anak.

Dengan pengawasan ketat, transparan, dan mekanisme pelaporan yang cepat, Pemkab menargetkan program MBG berjalan sesuai sasaran. Program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait