AHY Nobar 'Kuda Biru Project' Dorong Industri Kreatif dan Kemanusiaan
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menonton bareng film Kuda Biru Project pada Sabtu, 20 Juni 2026 di XXI Plaza Senayan, Jakarta. Ia mendorong pengembangan industri dan ekonomi kreatif lewat produksi film lokal serta menekankan pesan kemanusiaan film tersebut.
Nobar bersama tokoh nasional
Acara nobar dihadiri oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman. AHY datang bersama istrinya, Annisa Pohan. Penyelenggara mengundang anak-anak panti asuhan untuk ikut menonton sebagai bagian dari kegiatan berbagi.
Pesan film dan dampak emosional
AHY menilai Kuda Biru Project memiliki alur dan karakter kuat yang memberi pesan sosial. Film itu mengangkat tema hubungan keluarga, pengorbanan, dan kebahagiaan yang diperjuangkan lewat cinta dan kasih sayang.
"Menikmati sebuah film dengan alur cerita yang begitu kuat, akting juga begitu memukau. Saya mengapresiasi film Indonesia yang semakin maju, semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia, meningkatkan industri dan ekonomi kreatif kita,"
AHY menyoroti adegan-adegan yang menggambarkan kasih sayang antara kakak dan adik, termasuk peran aktor cilik bernama Ali, yang menurutnya menghadirkan kesederhanaan namun menyentuh hati penonton.
Dorongan untuk industri kreatif dan gerakan moral
Selain nilai artistik, AHY menegaskan pentingnya film berkualitas yang tak hanya berorientasi pada box office tetapi juga membawa nilai positif bagi masyarakat. Ia melihat film ini sebagai bagian dari gerakan moral untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama anak yatim piatu.
"Kuda Biru Project adalah sebuah gerakan moral untuk kemanusiaan, membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Termasuk anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian, membutuhkan bantuan yang keluar dari tangan kita,"
Partisipasi anak panti asuhan dan tujuan nobar
Penanggung jawab nobar, Merry Riana, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja mengundang anak-anak panti asuhan untuk memberi pengalaman menonton sekaligus motivasi.
"Film diharapkan memiliki makna mendalam, penyelenggara menekankan pentingnya memiliki impian, berbagi, berbuat baik, terlepas dari latar belakang keluarga. Terdapat interaksi dengan anak-anak dari panti asuhan yang menunjukkan semangat mereka,"
Sebanyak 212 anak dari enam panti asuhan hadir pada nobar ini. Acara ditutup dengan sesi motivasi dari tokoh undangan, sesi menonton bersama, dan foto bersama sebagai bentuk dukungan kepada peserta.
Implikasi dan langkah ke depan
Peristiwa ini menegaskan peran film sebagai medium budaya yang mampu mendorong industri kreatif sekaligus menggerakkan aksi sosial. Dukungan pejabat publik dan keterlibatan masyarakat diharapkan memacu produksi karya lokal yang berkualitas dan berpihak pada nilai kemanusiaan.
Berita Terkait
Polri Salurkan Bansos untuk Warga TPA Burangkeng
Polri menyalurkan bantuan sosial di TPA Burangkeng, Bekasi, Jumat 19 Juni 2026 sebagai bagian peringatan Har...
Kemdiktisaintek dan BPS Perkuat Data untuk Akses Pendidikan Tinggi
Kemdiktisaintek dan BPS memperkuat kerja sama data lewat DTSEN untuk menargetkan akses pendidikan tinggi yan...
Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Bisa Percepat Pertumbuhan Ekonomi Desa
Acuviarta Kartabi menilai Koperasi Desa Merah Putih berpotensi percepat ekonomi desa jika didukung perencana...
Imigrasi Operasikan 306 Autogate di 11 TPI untuk Perlintasan Cepat
Ditjen Imigrasi operasikan 306 autogate di 11 TPI sejak 20 Juni 2026 untuk percepat pemeriksaan, kurangi pem...
Kementerian PU Perkuat Irigasi Hadapi Ancaman El Nino
Kementerian PU percepat pengeboran air dalam, bangun irigasi tersier, dan bentuk satgas untuk antisipasi El...
TVRI Pastikan Pengelolaan Hak Siar FIFA Sesuai Aturan
TVRI memastikan perolehan hak siar FIFA hingga 2027 sesuai aturan dan mekanisme anggaran negara, kata Dirut...