Agustina Arumsari Jadi Wakil Kepala BGN, Awasi Anggaran Rp268 T
Agustina Arumsari dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)Makan Bergizi Gratis. Pelantikan dilakukan oleh Presiden dan menempatkan Agustina bersama Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil, dengan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN.
Peran dan tugas anyar
Agustina menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati Nanik S. Deyang. Penunjukan ini dipandang strategis untuk mengawal tata kelola anggaran besar kementerian. Fokus kerjanya diperkirakan akan pada pengawasan anggaran dan akuntabilitas program prioritas.
Besaran anggaran dan pengelolaan SPPG
BGN mengelola anggaran besar untuk program gizi nasional. Total anggaran disebut mencapai Rp 268 triliun. Sebagian besar dialokasikan langsung untuk pemenuhan program gizi.
| Alokasi | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Pemenuhan program gizi nasional | Rp 255,5 triliun | 95,4% |
| Manajemen BGN | Rp 12,4 triliun | 4,6% |
Pelaksanaan program didukung oleh ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Data BGN mencatat ada 29.990 unit SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, masing-masing mendapat anggaran sekitar Rp 1 miliar per bulan.
Rekam jejak Agustina
Agustina dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang akuntansi, pengawasan, dan investigasi keuangan negara. Dia lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan gelar Diploma (1992 dan 1998), serta meraih Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada 2014.
- Memulai karier sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di BPKP Sumatera Barat.
- Pernah menjabat Direktur Investigasi BUMN dan BUMD (2017).
- Menjadi Direktur Investigasi III BPKP dan Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020).
- Pada 19 Februari 2025 dilantik oleh Presiden sebagai Wakil Kepala BPKP sebelum dipercaya ke BGN.
Pengalaman panjangnya di investigasi dan audit membuat Agustina dipandang sebagai figur yang tepat untuk memperkuat pengawasan anggaran program gizi.
Kritik terhadap kepemimpinan sebelumnya
Salah satu kritik yang sempat muncul menyorot kurangnya pemahaman birokrasi dan hukum anggaran pada pimpinan sebelumnya. Mantan Menkopolhukam menyatakan hal tersebut ke publik.
Pak Dadan tidak memahami birokrasi dan hukum anggaran
Kritik ini menyorot pentingnya kompetensi pengelolaan anggaran di tubuh BGN, terutama ketika dana tersebar ke puluhan ribu unit layanan sampai tingkat desa.
Implikasi dan harapan
Dengan latar belakang audit dan investigasi, kehadiran Agustina diharapkan meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola pengelolaan anggaran Makan Bergizi Gratis. Kepemimpinannya diharapkan memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan dana dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan pengawasan dianggap penting demi efektivitas program gizi nasional dan keberlanjutan layanan hingga tingkat pelaksana di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak
Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026, merusak sejumlah rumah dan membuat warga batal ber...