Lokal

Aceh-Jatim Catat Potensi Transaksi Rp1,079 T dalam Misi Dagang

Bagikan:
Pertemuan misi dagang Aceh dan Jawa Timur di Banda Aceh dengan pelaku usaha

BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut pelaksanaan misi dagang dan investasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Amel, Banda Aceh, Senin (19/10). Kegiatan yang mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi itu mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp1,079 triliun.

Hasil pertemuan dan profil peserta

Rangkaian pertemuan mempertemukan 109 pelaku usaha dari Aceh dan 40 pelaku usaha dari Jawa Timur. Pertemuan bisnis menargetkan transaksi produk yang saling melengkapi di berbagai sektor.

  • Pertanian
  • Perkebunan
  • Perikanan
  • Peternakan
  • Kerajinan
  • Fesyen

Agenda juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antardinas serta kesepakatan dagang yang melibatkan beberapa organisasi pelaku usaha.

Perluasan pasar dan peluang pariwisata

Dek Fadh berharap bukan hanya transaksi jangka pendek yang tercapai, tetapi juga terbukanya kerja sama berkelanjutan, terutama di sektor pariwisata. Ia menyoroti kemampuan Aceh memperluas jaringan dagang untuk mendorong komoditas unggulan menembus pasar internasional.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke bidang lain, terutama pariwisata,” ujar Dek Fadh.

Ia menyebutkan komoditas seperti kopi Gayo dan nilam sebagai produk yang berpotensi mendapatkan akses pasar lebih luas melalui kolaborasi investasi.

Konektivitas ekonomi dan semangat kebangsaan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai misi dagang ini memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khofifah berharap kesepakatan yang dicapai dapat ditindaklanjuti secara efektif.

“Mudah-mudahan kesepakatan bersama ini bisa ditindaklanjuti secara efektif karena setiap melakukan misi dagang, kami ingin bisa maju bersama,” kata Khofifah.

Khofifah juga memberi apresiasi atas peran sejarah masyarakat Aceh dan kepahlawanan tokoh seperti Laksamana Malahayati dalam mempertahankan tanah air.

Pascabencana dan kesiapsiagaan

Dek Fadh menyampaikan bahwa pembangunan pascabencana di Aceh tetap berjalan meski kondisi ekonomi masih melambat. Ia mengingatkan daerah perlu bersiap menghadapi potensi banjir akhir tahun.

Selain itu, Dek Fadh mengapresiasi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi pertama yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat Aceh saat bencana terjadi.

Penandatanganan dan partisipan

Kesepakatan dagang melibatkan pelaku usaha serta organisasi seperti Kadin, IWAPI, HIPMI, dan Gekrafs. Penandatanganan kerja sama antardinas menjadi bagian penting dari agenda untuk memperkuat implementasi kerja sama.

Melalui misi dagang ke-27 ini, Aceh dan Jawa Timur berharap memperluas akses pasar produk unggulan dan membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait