Aceh Besar Ajak Anak Kenali Permainan Tradisional
Kota Jantho, Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelar Festival Permainan Tradisional pada Sabtu (25/7) di Lapangan Bolakaki Lubok Sukon, Ingin Jaya. Kegiatan itu bertujuan mengenalkan kembali permainan rakyat kepada anak-anak sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Festival: tujuan dan suasana
Festival diselenggarakan untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai dan memicu interaksi sosial langsung. Panitia menyiapkan beragam permainan yang memanfaatkan benda sederhana di sekitar seperti tepung, kapur, papan, bambu, dan tali.
Suasana acara penuh tawa dan semangat. Anak-anak saling bekerja sama menyelesaikan tantangan dalam lomba dan permainan, beberapa di antaranya mencoba permainan tradisional untuk pertama kali.
Ragam permainan tradisional
Panitia menampilkan permainan yang mudah diakses dan bernuansa edukatif. Contoh permainan yang dimainkan meliputi:
- Galah atau hadang yang memanfaatkan tepung atau kapur;
- Tarek taloe yang menggunakan tali;
- Panyang (bakiak panjang) yang memakai papan bekas;
- Enggrang dari kayu atau bambu;
- Tarik situek yang memanfaatkan pelepah pohon pinang.
Pentingnya pelestarian dan pendidikan karakter
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar, Abdullah, S.Sos, menegaskan bahwa inisiatif ini bagian dari komitmen daerah untuk menjaga warisan budaya sekaligus menanamkan nilai positif melalui aktivitas fisik.
“Perkembangan teknologi tentu tidak dapat kita hindari, namun kita juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tetap mengenal akar budayanya sendiri. Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan yang mengajarkan kerja sama, sportivitas, kejujuran, serta melatih kreativitas dan kemampuan bersosialisasi,” ujar Abdullah.
Abdullah juga mengingatkan bahwa penggunaan gawai berlebihan berpotensi mengurangi interaksi sosial dan aktivitas fisik anak. Ia menekankan perlunya dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar budaya permainan tradisional tetap hidup.
“Kami berharap orang tua dan guru dapat terus mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Melalui permainan sederhana inilah nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, rasa saling menghormati, dan semangat persaudaraan dapat tumbuh sejak dini. Budaya akan tetap lestari apabila diwariskan secara langsung kepada generasi penerus,” tambahnya.
Dukungan dari lembaga kebudayaan
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Piet Rusdi, S.Sos, mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah. Menurutnya, permainan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya tak benda yang mengandung nilai pendidikan dan filosofi hidup.
“Permainan tradisional adalah identitas budaya bangsa. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan karakter, kerja sama, kepemimpinan, disiplin, hingga kemampuan menyelesaikan masalah,” kata Piet Rusdi.
Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh disebut terus melakukan pendokumentasian, edukasi, dan pendampingan komunitas budaya sebagai bagian dari upaya pelestarian.
Penutup: kolaborasi untuk keberlanjutan
Panitia menilai festival ini sebagai langkah awal yang efektif untuk mengembalikan minat anak terhadap permainan tradisional. Keberhasilan acara dinilai membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, sekolah, komunitas budaya, dan keluarga agar nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah modernisasi.

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bobby Nasution Berangkatkan 10 Warga Umroh dan Salurkan Zakat ASN
Gubernur Sumut Bobby Nasution memberangkatkan 10 warga umroh dan mengalokasikan zakat ASN untuk bedah 10 rum...
Medan Zoo Bantah Terima Harimau Putih 'Anggun' dari Semarang
PUD Pembangunan Kota Medan menegaskan Medan Zoo tak menerima harimau putih Anggun dari Semarang atau melakuk...
Bobby Nasution: LGBTQ dan Narkoba Dinilai Ancaman Nonmiliter
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyandingkan LGBTQ dan narkoba sebagai ancaman nonmiliter, mengutip Perpres 1...
Pemkab Simalungun Lantik Lima JPT Pratama untuk Perkuat Manajemen Talenta
Pemkab Simalungun melantik lima JPT Pratama pada 24 Juli 2026 untuk memperkuat tata kelola dan menerapkan Ma...
Tabligh Akbar Pantai Cermin: Puluhan Ribu Hadiri, Bobby Nasution Turun
Puluhan ribu jamaah memadati Tabligh Akbar di Pantai Cermin (25/7); pemerintah dorong pembangunan jalan dan...
Wali Kota Serahkan Penghargaan AKIP ke Lima OPD Pematangsiantar
Wali Kota Wesly Silalahi menyerahkan penghargaan AKIP kepada lima OPD terbaik di Pematangsiantar setelah eva...