Nasional

1.700 SPPG Siap Operasi di Daerah Prioritas Stunting

Bagikan:
Dapur SPPG dan petugas menyiapkan makanan bergizi di daerah prioritas stunting

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan sebanyak 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) siap mulai beroperasi di wilayah prioritas dengan prevalensi stunting tinggi. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan, Kamis 6 Agustus 2026, sebagai bagian percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemetaan lintas kementerian menjadi dasar penentuan lokasi agar setiap dapur SPPG dibangun sesuai kebutuhan lokal.

Pemetaan dan kriteria lokasi

BGN memadankan basis data lebih dari 13 ribu titik SPPG dengan data Kementerian Kesehatan untuk menentukan daerah prioritas. Hasil pemetaan menyorot wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi sebagai fokus utama intervensi. Pendekatan ini bertujuan menyalurkan manfaat MBG ke area yang paling membutuhkan.

Kami memetakan data bersama Kementerian Kesehatan untuk menentukan daerah prioritas. Wilayah dengan angka stunting tinggi menjadi fokus utama,

Kesiapan operasional SPPG

Hasil verifikasi menunjukkan sekitar 1.700 SPPG telah siap dioperasikan, namun tingkat kesiapan tiap lokasi masih bervariasi. BGN menegaskan bahwa kesiapan mencakup ketersediaan dapur, sumber daya manusia, dan rantai pasok bahan pangan bergizi. Sebagai langkah awal, target aktivasi sekitar 300 SPPG dijadwalkan mulai beroperasi pekan depan secara bertahap.

SPPG yang sudah siap ini akan kami operasikan secara bertahap. Prioritas kami daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi,

Tahap aktivasi dan mekanisme transparan

Aktivasi SPPG dilakukan bertahap mengikuti kesiapan daerah dan hasil pemetaan berbasis data. BGN menegaskan setiap keputusan operasional didasarkan pada kondisi riil di lapangan untuk memastikan efektivitas penyaluran MBG. Proses penetapan dan aktivasi juga dijalankan secara transparan.

BGN meminta masyarakat untuk mengabaikan pihak yang menjanjikan percepatan pembukaan SPPG di luar mekanisme resmi. Komunikasi resmi dan informasi lokasi akan diumumkan oleh BGN dan instansi terkait untuk mencegah disinformasi.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan mengutamakan daerah stunting tinggi, pemerintah berharap intervensi gizi memberi dampak lebih cepat dan terukur. Ke depan, BGN akan terus memantau kesiapan operasional dan efektivitas program melalui koordinasi lintas sektor. Evaluasi berkala akan menentukan perluasan aktivasi SPPG selanjutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait