Tiga Wasit Perempuan Pimpin Soekarno Cup U-17 2026
SURABAYA — Tiga wasit perempuan berlisensi nasional ditunjuk memimpin pertandingan Soekarno Cup U-17 2026, termasuk laga krusial hingga fase gugur. Turnamen digelar di Jawa Timur pada 10–24 Agustus 2026 sebagai bagian dari komitmen panitia untuk menjunjung kesetaraan sekaligus mengutamakan kompetensi perangkat pertandingan.
Penunjukan dan kualifikasi wasit
Panitia menegaskan ketiga wasit tersebut memiliki lisensi nasional dan pengalaman memimpin pertandingan di level nasional. Karena itu, mereka dipercaya memimpin beberapa laga penting sepanjang turnamen.
"Kami sengaja melibatkan wasit perempuan yang memiliki lisensi nasional dan pengalaman memimpin pertandingan level nasional. Ini menunjukkan sepak bola memberi ruang yang sama bagi siapa pun yang memiliki kompetensi," ujar Eri Irawan, Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Rabu (5/8/2026).
Kesetaraan perlakuan untuk peserta
Panitia menegaskan perlakuan setara berlaku tidak hanya untuk wasit, tetapi juga bagi seluruh tim peserta. Tidak ada tim yang mendapat fasilitas istimewa, termasuk tuan rumah Jawa Timur.
Ketentuan ini mencakup alokasi waktu latihan, fasilitas lapangan, dan jadwal pertandingan. Tujuannya untuk memastikan kualitas kompetisi ditentukan oleh kemampuan di lapangan, bukan faktor nonkompetitif.
Format turnamen dan tujuan pembinaan
Soekarno Cup U-17 2026 akan diikuti 16 tim dari 16 provinsi dengan sekitar 400 pemain muda. Pertandingan berlangsung di beberapa lokasi di Jawa Timur.
- Surabaya
- Bangkalan
- Gresik
Pengarah panitia, Deni Wicaksono, mengatakan turnamen dirancang bukan sekadar mencari juara, melainkan sebagai wadah pembinaan dan jaringan antarpemain dari berbagai daerah.
"Harapannya, dari Soekarno Cup lahir bibit-bibit unggul yang bisa bermain di klub profesional, memperkuat tim nasional, bahkan berkarier di luar negeri," kata Deni Wicaksono.
Standar pertandingan dan siaran
Seluruh laga akan menggunakan bola Adidas Tiro Competition yang berstandar FIFA Quality Pro. Selain itu, pertandingan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Soekarno Cup untuk menjangkau penonton lebih luas.
Dengan melibatkan wasit perempuan berlisensi dan menerapkan prinsip meritokrasi, panitia berharap turnamen ini memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Ke depan, pelaksanaan yang konsisten pada aspek teknis dan nonteknis menjadi kunci agar talenta muda mendapat peluang berkarier di level profesional dan tim nasional.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan: Pemkab Malang Harus Peka, RAPBD 2027 Konsisten
Fraksi PDI Perjuangan minta Pemkab Malang tangani masalah sejak dini dan pastikan RAPBD 2027 konsisten dari...
Puan Dorong Medali Asian Games 2026 Jadi Modal Perkuat Pembinaan
Puan Maharani minta setiap medali Asian Games 2026 dijadikan modal memperkuat pembinaan olahraga nasional se...
DPRD Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung di Surabaya
DPRD Surabaya dukung program pemberdayaan Gen Z berbasis kampung; tekan kebutuhan pendampingan agar usaha ri...
PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Desa Madiun beri kepastian kewenangan, anggaran, pengawasan, dan kesejah...
Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia
Novita Hardini dorong FJTT ke-30 dan status KEN 2026 dijadikan momentum menjadikan Trenggalek rumah jaranan...
KONI Dorong Mini Soccer Trenggalek Jadi Sumber Talenta Porprov 2027
KONI Trenggalek mendorong mini soccer jadi sumber talenta Porprov Jatim 2027 lewat Turnamen Piala Dispora 20...