de Red FC Resmi Bermarkas di Surabaya, Prioritaskan Pembinaan Pemain Muda
SURABAYA — de Red FC resmi menetapkan Surabaya sebagai markas baru setelah keputusan dalam Kongres PSSI 2026 pada 3 Agustus 2026 di Jakarta. Klub yang sebelumnya bernama Dejan FC tersebut memilih Kota Pahlawan untuk memperkuat ekosistem sepak bola daerah dan menjadikan pembinaan pemain muda sebagai prioritas utama.
Keputusan kongres: transformasi dan pindah markas
Keputusan perubahan nama dan home base diumumkan pada Kongres PSSI 2026. Dejan FC berubah menjadi de Red FC dan resmi berpindah dari Depok, Jawa Barat, ke Surabaya.
Sebagai kandang, klub akan menggunakan Stadion Gelora 10 November Tambaksari. Sementara itu, Persebaya tetap beroperasi di Stadion Gelora Bung Tomo.
Fokus pada pembinaan pemain muda dan kolaborasi antarklub
CEO de Red FC, Daniel Rohi, mengatakan langkah ini untuk membangun klub berakar di Jawa Timur dengan visi jangka panjang. Fokus utama adalah memproduksi pemain-pemain muda berkualitas yang bisa berkontribusi untuk sepak bola nasional.
"Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ini adalah awal dari sebuah visi baru. Kami ingin membangun klub yang tumbuh bersama masyarakat Jawa Timur."
Daniel menegaskan de Red FC datang untuk berkolaborasi, bukan menggantikan klub lokal. Ia menyebut semakin banyak klub yang serius membina usia muda, semakin besar peluang lahirnya talenta untuk Jawa Timur dan Indonesia.
"Kami datang dengan penuh rasa hormat. Kami percaya kemajuan sepak bola tidak dibangun oleh satu klub saja," ujar Daniel.
Penunjukan pelatih dan strategi pengembangan
Sebagai bagian dari rencana pembangunan, de Red FC menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih kepala. Daniel menyebut Aji memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pemain muda dan memahami karakter sepak bola Jawa Timur.
Penunjukan ini diharapkan memperkuat filosofi klub yang menempatkan pembinaan sebagai fondasi. Klub berencana membina talenta dari Surabaya, wilayah Jawa Timur, dan daerah lain sampai ke level profesional.
Implikasi untuk sepak bola Surabaya
Surabaya dipilih karena memiliki tradisi kuat dan ekosistem pembinaan yang hidup. Kota ini juga didukung kompetisi usia muda aktif, akademi, serta basis suporter yang besar.
Dengan kehadiran de Red FC, diharapkan muncul lebih banyak program pembinaan dan peluang bagi pemain muda. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi memperkuat suplai pemain berkualitas bagi klub lokal dan tim nasional.
de Red FC menegaskan tetap menghormati sejarah Dejan FC. Identitas baru ini diharapkan mendekatkan klub ke masyarakat Jawa Timur dan berkontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola daerah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Lepas Kontingen Pramuka Bangkalan ke Jambore Nasional XII
Bupati Bangkalan melepas Kontingen Pramuka Bangkalan ke Jambore Nasional XII di Pendopo Agung, 3 Agustus 202...
Bupati Kediri Instruksikan Satgas Kesehatan di Setiap Kecamatan
Bupati Kediri minta tiap camat bentuk Satgas Kesehatan untuk percepat penanganan stunting, TBC, DBD, dan duk...
DPRD Jatim: Tindak Lanjut Rekomendasi BUMD Ada di Tangan Gubernur
Fuad Benardi menyebut tindak lanjut rekomendasi perbaikan BUMD Jawa Timur menjadi kewenangan gubernur, karen...
Winarno Tampung Aspirasi Warga Ringinpitu: Jalan, Drainase, RTLH
Winarno reses di Ringinpitu (3/8/2026): warga minta perbaikan jalan, drainase dan program RTLH; anggaran des...
DPRD Madiun Kawal Warga Keberatan Perubahan Desil
DPRD Kota Madiun siap mengawal warga yang keberatan atas perubahan desil agar data dapat ditinjau kembali se...
Menhub dan Bupati Sumenep Perkuat Penanganan Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
Menhub dan Bupati Sumenep perkuat sinergi percepatan pencarian, evakuasi, dan pelayanan korban kebakaran KM...