Politik

Soekarno Cup 2026: 16 Provinsi Siap Bina Talenta Sepak Bola

Bagikan:
Pertandingan dan suasana Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur

Soekarno Cup 2026 akan digelar pada 10-24 Agustus 2026 di Jawa Timur dengan partisipasi 16 tim dari 16 provinsi dan sekitar 400 pemain usia 17 tahun. Turnamen bertujuan menemukan dan membina talenta muda yang berpotensi masuk klub profesional, memperkuat tim nasional, dan berkarier di luar negeri. Seluruh pertandingan berlangsung di venue di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik.

Format, peserta, dan jadwal

Soekarno Cup 2026 diperuntukkan bagi pemain berusia 17 tahun. Setiap provinsi mengirim satu tim sehingga total peserta berjumlah 16 tim. Panitia menyebut jumlah pemain peserta mencapai sekitar 400 atlet yang datang dari berbagai daerah, mulai Papua hingga Sumatera.

Tujuan pembinaan dan penempatan pemain

Panitia menegaskan turnamen bukan sekadar kompetisi jangka pendek, melainkan proses pembinaan untuk memperkuat rantai produksi talenta sepak bola nasional. Pengarah panitia, Deni Wicaksono, menyatakan harapannya agar turnamen melahirkan bibit yang siap menembus level profesional.

"Harapannya, dari Soekarno Cup lahir bibit-bibit unggul yang bisa bermain di klub profesional, memperkuat tim nasional, bahkan berkarier di luar negeri," ujar Deni.

Panitia pusat juga sudah menyiapkan mekanisme pemantauan pemain potensial untuk direkomendasikan ke klub-klub yang berkompetisi di level nasional.

Penyaluran ke klub dan peran partai politik

Organisasi penyelenggara kini memiliki tiga klub yang berlaga di kancah nasional: Banteng Muda Jatim FC (Liga 4), Putra Sang Fajar FC (Liga 3), dan De Red FC (Liga 2). Wakil Ketua Panitia Pusat, Ono Surono, mengatakan ada rencana agar pemain potensial dari turnamen dapat disalurkan terlebih dahulu ke klub-klub tersebut.

"Kita berharap, 16 tim yang nanti akan bermain, pemain-pemainnya yang pertama disalurkan kepada tiga klub tersebut," kata Ono.

Keadilan fasilitas dan pelaksanaan

Panitia menegaskan semua tim mendapat perlakuan sama meski tuan rumah berada di Jawa Timur. Wakil Ketua Pelaksana Eri Irawan menekankan jadwal latihan dan fasilitas dibagi merata agar kualitas pertandingan ditentukan kemampuan atlet di lapangan.

"Semua memperoleh kesempatan latihan yang sama. Kami ingin seluruh peserta bertanding dengan kondisi yang setara," ujar Eri.

Sejarah, standar peralatan, dan siaran

Ini merupakan edisi ketiga Soekarno Cup setelah penyelenggaraan di Jakarta (2024) dan Bali (2025). Ketua Panitia Pusat, Komarudin Watubun, menyebut turnamen bagian dari upaya mempertahankan semangat pembinaan sepak bola masa Bung Karno.

"Kenapa piala ini kami buat ada di Gelora Bung Karno? Karena sampai sekarang tidak ada stadion yang mampu menandingi kemegahannya," ujar Komarudin.

Seluruh pertandingan menggunakan bola Adidas Tiro Competition berstandar FIFA Quality Pro dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Soekarno Cup.

Catatan akhir: Soekarno Cup 2026 diproyeksikan menjadi langkah strategis pengembangan pemain muda nasional, sekaligus jalur pemantauan bagi klub-klub yang membutuhkan talenta baru.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait