DPRD Kediri: Tingkatkan Dukungan untuk Ormas Keagamaan
Kediri — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid meminta pemerintah dan legislatif meningkatkan dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan keagamaan. Permintaan itu disampaikan saat Pengajian Rutin Ahad Wage PAC Muslimat NU Kecamatan Kota Kediri pada Minggu, 8 November 2026, di Masjid H.M. Wijadi, Kelurahan Dandangan.
Dukungan untuk ormas dinilai penting
Yuzar menekankan ormas keagamaan berperan dalam pembinaan akhlak dan penguatan kehidupan sosial. Ia menyebut peran ormas juga relevan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan pengajian yang dihadiri sekitar 350 peserta dari 19 ranting Muslimat NU itu, menurut Yuzar, bukan sekadar ajang silaturahmi. Lebih jauh, ia menilai pengajian menjadi wadah pembentukan karakter dan pendidikan nonformal bagi masyarakat.
"Para ibu ini merupakan pencetak dan pendidik anak bangsa untuk generasi selanjutnya. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didukung,"
Peran perempuan dan program pendidikan
Ketua PC Muslimat NU Kota Kediri, Hj. Nurul Latifah, menjelaskan Muslimat NU berbasis Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Ia mengatakan organisasi tidak hanya menggelar pengajian, tetapi juga menyelenggarakan program pemberdayaan perempuan.
Salah satu program unggulan adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bakti Wanita Muslimat. Lembaga ini menyediakan pendidikan kesetaraan bagi perempuan tanpa ijazah SMP atau SMA, sehingga membuka akses kembali ke dunia pendidikan.
"Harapan saya, setiap ranting bisa mengikutsertakan setidaknya satu warga untuk mengikuti sekolah. Ini penting untuk peningkatan sumber daya manusia dan kualitas perempuan,"
Dukungan pemerintah dinilai perlu ditingkatkan
Yuzar menyatakan pemerintah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) selama ini sudah aktif memberi perhatian. Namun, ia menilai dukungan perlu ditingkatkan agar aktivitas pembinaan masyarakat bersifat berkelanjutan.
Menurutnya, perhatian lebih dari pemerintah dan legislatif akan membantu ormas menjalankan program sosial dan pendidikan secara lebih luas. Ia juga melibatkan peserta pengajian dalam kuis berhadiah paket sembako untuk meningkatkan keakraban.
Penutup: Implikasi dan langkah berikutnya
Rangkaian pengajian diakhiri dengan siraman rohani dari Ustadz Banaji. Ke depan, kolaborasi antara ormas, pemerintah, dan legislatif menjadi kunci untuk memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Kediri.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Sertu Heri Prasetyo Gugur pada Kecelakaan Helikopter Mi-17
Sertu Heri Prasetyo gugur saat misi pemadaman karhutla di Kalimantan; jenazah dimakamkan di TMP Karangsoko,...
PDI Jatim Buka Polling, Soekarno Run Meluas ke Kabupaten Lain
DPD PDI Jatim akan membuka polling untuk menentukan lokasi Soekarno Run berikutnya setelah Blitar yang diiku...
Hasto Paparkan 5 Prinsip Megawati untuk Kader PDIP
Hasto memaparkan lima prinsip Megawati untuk kader PDIP agar tetap konsisten, berpihak pada rakyat, dan meng...
Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir Hidupkan Tradisi Using di Kemiren
Ribuan cangkir kopi gratis disajikan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Kemiren, untuk melestarikan trad...
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...