Sertu Heri Prasetyo Gugur pada Kecelakaan Helikopter Mi-17
Trenggalek — Sertu Anumerta Heri Prasetyo gugur saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan. Peristiwa ini terjadi sebelum jenazahnya ditemukan pada Jumat, 6 November 2026, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Karangsoko, Trenggalek, Sabtu, 7 November 2026. Almarhum meninggalkan seorang istri dan satu anak.
Pemakaman dan ucapan belasungkawa
Prosesi pemakaman dilaksanakan di TMP Karangsoko pada 7 November 2026. Upacara dihadiri keluarga, unsur daerah, dan pimpinan militer, termasuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan duka cita dan penghormatan langsung kepada keluarga almarhum saat melayat di rumah duka.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek ikut berbela sungkawa. Mudah-mudahan mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya,"
Nur Arifin menegaskan bahwa pengabdian Heri adalah bentuk pengorbanan untuk negara. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Peristiwa kecelakaan dan korban
Heri adalah salah satu dari tiga prajurit yang dilaporkan gugur saat helikopter Mi-17 yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan saat misi pemadaman karhutla di Kalimantan. Dua rekannya yang juga dinyatakan gugur adalah Letnan Kolonel CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar.
Menurut keterangan keluarga dan pihak terkait, jenazah Heri ditemukan pada Jumat, 6 November 2026, sebelum dibawa pulang ke kampung halamannya untuk dimakamkan keesokan harinya.
Profil singkat dan karier
Heri Prasetyo lahir di Trenggalek pada 11 Oktober 1993. Ia mulai berdinas sebagai prajurit aktif TNI Angkatan Darat pada 12 April 2014 dan menjalani pengabdian selama sekitar 12 tahun.
Dalam rekam tugasnya, almarhum bertugas sebagai Ba Fourier SUD Heli Serbu 1 Flight Heli B Den 3/Anur Yudha Cakti Puspenerbad. Pengabdian itu menempatkannya dalam operasi udara yang berisiko tinggi, termasuk misi pemadaman kebakaran hutan.
Dampak bagi keluarga dan daerah
Kepergian Sertu Heri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Trenggalek. Bupati menyebut Heri sebagai salah satu putra daerah yang mengorbankan nyawa demi tugas negara.
"Dan Trenggalek bersedih. Salah satu putra mengembuskan napasnya ketika menjalankan tugas negara,"
Pengabdian almarhum kini menjadi bagian dari kenangan keluarga dan masyarakat setempat serta pengingat risiko yang dihadapi prajurit dalam tugas kemanusiaan dan operasional.
Catatan keluarga: Almarhum meninggalkan istri, Rini Setiani, dan seorang anak yang kini berduka atas kepergian suami dan ayah mereka.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir Hidupkan Tradisi Using di Kemiren
Ribuan cangkir kopi gratis disajikan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Kemiren, untuk melestarikan trad...
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...