Wapres Dukung Drone Eaglesense untuk Deteksi Dini Karhutla
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima lima tim mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) di Istana Wapres, Jakarta, Rabu 9 September 2026, dan memberikan dukungan pada inovasi drone Eaglesense yang mampu mendeteksi kualitas udara sebagai indikasi dini kebakaran hutan dan lahan.
Pertemuan di Istana Wapres
Pada audiensi tersebut, Wapres menyampaikan apresiasi atas riset yang dipresentasikan. Ia mendorong agar inovasi tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dilanjutkan hingga siap dimanfaatkan masyarakat.
Gibran juga menekankan pentingnya konektivitas antara perguruan tinggi dan industri agar hasil riset dapat dihilirkan menjadi solusi nyata.
Teknologi Eaglesense
Eaglesense menggabungkan sebuah drone dengan kitbox sensor untuk mengukur beberapa parameter kualitas udara. Data dari sensor diproses menggunakan Raspberry Pi, lalu dikirim melalui jaringan 4G ke basis data.
Informasi yang masuk ditampilkan pada dasbor pemantauan sehingga pihak terkait bisa melihat kondisi secara real time.
"Di dalam kitbox sensor tersebut memiliki beberapa sensor. Yaitu total ada lima, yang akan mengukur kualitas udara," ucap Jhon Chritabel Fausta Silalahi, perwakilan Tim Eaglesense.
Manfaat Penggunaan Drone
Pemanfaatan drone memberi kemampuan untuk menjangkau area luas dan lokasi yang sulit diakses. Pengumpulan data berkala berpotensi mendeteksi perubahan kualitas udara yang menjadi indikasi awal kebakaran.
Dengan pemantauan lebih cepat, diharapkan respons penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih awal dan terfokus.
"Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan. Dan Pak Wapres tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan," ujar Augie Widyotriatmo, dosen Teknik Fisika FTI ITB.
Tim Lain dan Rekomendasi Pengembangan
Selain Eaglesense, empat tim mahasiswa ITB lain mempresentasikan karya mereka. Topik yang dibawa beragam dan relevan dengan kebutuhan nasional.
- Pengembangan berbasis machine learning
- Sistem manajemen aset
- Kendaraan tanpa awak
- Teknologi mitigasi banjir
Wapres mendorong agar riset-riset tersebut didorong ke tahap komersialisasi dengan melibatkan mitra industri. Dukungan akses ke industri dinilai krusial untuk mempercepat pemanfaatan teknologi oleh publik.
Rangkaian audiensi di Istana Wapres menegaskan arah kebijakan yang mengutamakan pemanfaatan riset kampus untuk solusi praktis. Langkah selanjutnya adalah memperkuat kerja sama antara ITB, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pengujian lapangan dan adopsi teknologi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...