Pemerintah: 77,6% Bansos Off Target, Perlinsos Digital Dilirik
Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan uji coba menemukan bahwa 77,6 persen bantuan sosial tidak tepat sasaran, sehingga pemerintah mempercepat pembenahan lewat program Perlinsos Digital dan target rollout pada pekan ketiga Oktober 2026.
Hasil uji coba dan cakupan pilot
Pemerintah memulai piloting Perlinsos Digital pertama di Kabupaten Banyuwangi, lalu memperluas uji coba ke 215 kabupaten/kota. Dari evaluasi awal, ditemukan angka ketidaktepatan penyaluran cukup besar, yakni 77,6%. Temuan ini mendorong pemerintah melakukan perbaikan sistem secara bertahap untuk mengurangi kesalahan distribusi.
“Uji coba yang pertama di Banyuwangi, kita tahu 77,6 persen itu bansos tuh off target, tidak tepat sasaran. Sekarang kita perbaikin, ya kita berharap nanti ya mungkin kurang dari 10 persen,”
Masalah distribusi: siapa menerima dan siapa yang terlewat
Kesalahan penyaluran mencakup dua aspek utama: masyarakat yang berhak belum menerima, dan penerima yang tidak berhak tetap menerima bantuan. Pemerintah menargetkan penajaman data penerima lewat mekanisme baru agar alokasi lebih tepat sasaran. Langkah itu melibatkan penyesuaian desil dan verifikasi data dinamis.
Peran AI dan pengembangan lokal
Dalam proses pembenahan, pemerintah menyebut penggunaan AI sebagai mitra untuk meningkatkan akurasi penentuan sasaran. Perbaikan desil digulirkan secara bertahap, sambil terus memantau perubahan kondisi sosial ekonomi penerima bantuan.
“Ya perbaikan desil bertahap. Seperti dikatakan ini bukan sulap, tapi kita sudah tahu arahnya ke mana dan kita punya partner baru, yaitu AI,”
Pemerintah juga menegaskan sistem yang dikembangkan tidak bergantung pada impor teknologi. Menurut pernyataan resmi, pengembangan sistem dilakukan oleh tenaga lokal.
“Ya sekarang AI-nya kita semua. Jadi sistem ini dibangun oleh putra-putri Indonesia,”
Jadwal rollout dan target kesiapan
Rollout Perlinsos Digital direncanakan pada pekan ketiga Oktober 2026. Pemerintah berharap sekitar 80 persen proses persiapan sudah rampung saat peluncuran berlangsung. Keberhasilan rollout diharapkan menjadi titik awal penurunan signifikan angka ketidaktepatan penyaluran bansos.
“Kami tadi sudah rancang pada bulan Oktober minggu ketiga kita akan bisa rollout. Kita berharap pada waktu itu 80 persen ini sudah selesai,”
Meski demikian, Luhut mengakui ketepatan 100 persen sulit dicapai karena dinamika status penerima bantuan. Pemerintah menilai perbaikan berkelanjutan dan monitoring rutin tetap diperlukan agar distribusi bansos semakin tepat sasaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Dukung Bea Cukai Kejar Produsen dan Pemodal Rokok Ilegal
DPR mendukung Bea Cukai menindak rokok ilegal sampai ke produsen dan pemodal untuk melindungi penerimaan neg...
GAPKI Perkuat Mitigasi Karhutla, Bantu Pemadaman hingga Helikopter
GAPKI meningkatkan kesiapsiagaan dan membantu pemadaman karhutla, termasuk di sekitar Bandara Banjarmasin da...
Pemilik Arupadhatu 1: Jaket Pelampung Temuan di Anyer Bukan Milik Kapal
Pemilik Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, menyatakan jaket pelampung oranye yang ditemukan di barat Anyer bukan mi...
Menkum: Royalti Musik Harus Dibayarkan kepada yang Berhak
Menkum Supratman menegaskan royalti musik harus dibayarkan kepada pihak yang berhak dan mendorong data LMK l...
Pussenarmed Dorong Modernisasi Alutsista, Komisi I DPR Tindaklanjuti
Komisi I DPR akan tindaklanjuti masukan Pussenarmed soal modernisasi alutsista dan kebutuhan SDM usai kunjun...
Komisi I Minta Optimalkan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda
Komisi I DPR minta optimalkan pencarian lima jurnalis hilang di Selat Sunda dan pastikan keluarga mendapat p...