Nasional

Pussenarmed Dorong Modernisasi Alutsista, Komisi I DPR Tindaklanjuti

Bagikan:
Kunjungan Komisi I DPR ke Pussenarmed Cimahi membahas modernisasi alutsista

Komisi I DPR RI berjanji menindaklanjuti masukan dari Pussenarmed mengenai kebutuhan modernisasi alutsista dan penguatan SDM setelah melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) di Pussenarmed, Cimahi, Jawa Barat, Kamis, 10 September 2026. Tindak lanjut akan dilakukan bersama Menteri Pertahanan dan pimpinan TNI untuk merumuskan solusi mitigasi ancaman dan kebutuhan operasional.

Temuan lapangan dan rencana pembahasan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mengatakan kunjungan bertujuan mendengar kondisi objektif Pussenarmed dan ancaman yang dihadapi negara. Temuan serta aspirasi yang diperoleh akan menjadi bahan pembahasan dalam forum pengambilan keputusan.

“Kita mendengar masukan tentang kondisi Pussenarmed itu sendiri, baik itu ancaman yang dihadapi oleh negara. Dan bagaimana Pussenarmed ini melakukan mitigasi akan ancaman tersebut dengan kondisi yang ada,”

Menurut Dave, pembahasan akan melibatkan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala Staf untuk menelaah kebutuhan anggaran, pengadaan perangkat, serta prioritas modernisasi.

Kondisi alutsista dan kebutuhan SDM

Danpussenarmed Mayjen TNI Budi Eko Mulyono menyambut kunjungan tim Komisi I dan memaparkan kondisi kesiapan alutsista yang tersedia, terutama kelompok meriam dan roket di berbagai wilayah. Ia menilai paparan langsung memudahkan penilaian kebutuhan modernisasi.

“Kehadiran dari Tim Komisi I ini sungguh kami bersyukur karena bisa menyampaikan langsung bagaimana kondisi nyata di lapangan. Sehingga dengan kehadiran beliau harapan kami bisa mendorong modernisasi Alutsista,”

Budi menekankan bahwa selain perangkat, penguatan integrasi dan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan. SDM yang memadai menjadi kunci agar alutsista dapat dioperasikan dan dipelihara secara optimal.

Integrasi sistem dan pusat kendali tembak terpadu

Pussenarmed mengusulkan pembangunan pusat kendali tembak terpadu untuk mendukung operasi lintas-matra. Menurut Budi, pertahanan seluruh wilayah Indonesia tidak dapat di-cover oleh satu matra saja, sehingga integrasi sistem menjadi kebutuhan strategis.

“Harapan ke depan untuk meng-cover wilayah seluruh Indonesia itu tidak bisa dikerjakan oleh satu matra. Tetapi harus dikerjakan bersama-sama sehingga pembangunan pusat kendali tembak terpadu untuk TNI dan nasional itu sangat diperlukan,”

Dampak pengawasan dan anggaran

Masukan dan temuan Kunspek menjadi pijakan Komisi I dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran. Tujuan akhir adalah mendukung pembentukan kekuatan pertahanan darat yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan dinamika pertempuran modern.

Komisi I akan merumuskan rekomendasi operasional dan anggaran setelah berkoordinasi dengan Menhan dan pimpinan TNI. Hasil pembahasan tersebut akan menentukan prioritas modernisasi alutsista dan program penguatan SDM dalam waktu dekat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait