Reformasi Birokrasi RRI 78,44: Dirut Apresiasi Kerja Bersama
Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengumumkan capaian reformasi birokrasi RRI tahun 2025 mencapai 78,44 (kategori BB/sangat baik), saat memberikan sambutan pada penyulutan obor Tri Prasetya HUT ke-81 di Auditorium Abdurrahman Saleh, Jakarta, Jumat, 11 September 2026. Ia menekankan pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur RRI dan mendorong peningkatan berkelanjutan.
Capaian reformasi dan tren peningkatan
Hendrasmo menyoroti lonjakan skor reformasi birokrasi dari 55,64 pada 2021 menjadi 78,44 pada 2025. Peningkatan ini, menurutnya, mencerminkan perbaikan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di lingkungan lembaga.
"Capaian itu menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus membangun tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,"
"Angkasawan-angkasawati yang saya cintai dan sebanggaan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama,"
Pengelolaan kinerja dan keuangan
Dalam aspek pengelolaan kinerja, RRI memperoleh nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebesar 62,79 pada 2025, naik dari 61,48 pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan komitmen lembaga terhadap manajemen kinerja yang lebih efektif dan terukur.
Di bidang keuangan, RRI mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama lima tahun berturut-turut, yakni sejak 2021 hingga 2025. Predikat ini menjadi salah satu tolok ukur kredibilitas pengelolaan keuangan publik RRI.
Keterbukaan informasi publik
RRI juga menjaga predikat badan publik informatif selama tiga tahun berturut-turut pada 2023–2025. Pada 2025, skor keterbukaan informasi publik mencapai 97,35, yang menurut Hendrasmo menjadi dorongan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi layanan publik.
Tantangan dan strategi ke depan
Meski hasilnya positif, Hendrasmo mengingatkan agar tidak cepat puas. Ia menyoroti cepatnya dinamika teknologi, perubahan perilaku publik, serta persaingan di ekosistem media dan platform digital.
"Kita tidak boleh lengah dan merasa puas dengan capaian yang telah kita peroleh. Dinamika teknologi, perubahan perilaku masyarakat, persaingan termedia, dan perkembangan platform digital menuntut kita untuk terus bergerak lebih cepat,"
Untuk menghadapi tantangan itu, ia mendorong peningkatan kualitas konten, perluasan jangkauan layanan, penguatan teknologi, pengembangan kompetensi SDM, dan perbaikan tata kelola. Langkah-langkah ini diarahkan untuk menjaga kepercayaan publik dan relevansi RRI di era digital.
Dengan fondasi tata kelola yang semakin kuat, RRI dipandang mampu melanjutkan transformasi hingga 2026 sambil menyesuaikan layanan dan produk informasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BAKN Minta Pemerintah Siapkan Plan B untuk Pengalihan Utang KCIC
BAKN minta pemerintah siapkan plan B pengalihan utang KCIC karena proses due diligence berisiko menunda targ...
Pemenang Swara Kencana RRI 2026: 12 Juara dari 4 Kategori
RRI mengumumkan 12 pemenang Swara Kencana pada 18 Sept 2026, mencakup kategori Mini Drama, Layanan Masyaraka...
Revitalisasi SDN Tanggirejo Capai 40 Persen, Sekolah Dipercepat
Revitalisasi SDN Tanggirejo di Grobogan mencapai 40 persen, didukung Bantuan Presiden, dengan pembelajaran d...
Dirut RRI Tekankan Mindset Baru: RRI Harus Mendatangi Audiens
Dirut RRI I Hendrasmo menekankan perubahan mindset dan transformasi multiplatform agar RRI aktif mendatangi...
Kesehatan Masyarakat Jadi Modal Utama Ketahanan Nasional
FORMAS dan RS Pusrehab Kemhan tekankan kesehatan masyarakat sebagai modal ketahanan nasional melalui kolabor...
Ketua Dewas RRI: Beri Ruang Luas bagi Generasi Muda untuk Eksplorasi
Ketua Dewas RRI minta generasi muda diberi ruang eksplorasi; 60,2% pegawai RRI berusia 40 tahun ke bawah seh...