Revitalisasi SDN Tanggirejo Capai 40 Persen, Sekolah Dipercepat
Revitalisasi SD Negeri Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah mencapai sekitar 40 persen pada tahap pengerjaan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung progres pembangunan pada Kamis, 10 September 2026, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa segera pulih.
Progres pekerjaan dan ruang lingkup
Pekerjaan revitalisasi berjalan intensif sejak dana dukungan diberikan. Pekerjaan meliputi rehabilitasi atap, perbaikan lantai, pembangunan toilet, dan laboratorium komputer. Pekerjaan juga mencakup perbaikan pintu, jendela, plafon, serta penataan lingkungan sekolah.
Rincian pekerjaan utama tercantum sebagai berikut:
- Ruang kelas dan perpustakaan
- Atap, lantai, plafon, pintu, dan jendela
- Musala, sanitasi, suplai air bersih, dan drainase
- Laboratorium komputer dan penataan lingkungan
Dukungan pemerintah dan percepatan
Fajar menyatakan pembangunan dipercepat melalui mekanisme khusus dengan dukungan Bantuan Presiden. Dana itu disalurkan melalui Kementerian Sekretariat Negara agar pengerjaan bisa berjalan cepat dan lintas sektor.
“Sekolah tidak boleh menjadi tempat yang membahayakan anak-anak. Pendidikan hanya dapat berlangsung dengan baik apabila rasa aman hadir lebih dahulu.” — Fajar Riza Ul Haq
Kemendikdasmen menyebut revitalisasi SDN Tanggirejo bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Program memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat, terdampak bencana, dan sekolah di wilayah 3T.
Dampak pada proses belajar mengajar
Sebelumnya atap ruang kelas di SDN Tanggirejo roboh dan mengganggu kegiatan belajar. Sebanyak 131 peserta didik terpengaruh kondisi fasilitas sekolah yang rusak, sehingga perlu penyesuaian sementara.
Selama pengerjaan, pembelajaran dipindahkan ke Gedung Madrasah Diniyah yang berlokasi tidak jauh dari sekolah. Langkah ini diambil agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa.
Reaksi pihak sekolah dan harapan masyarakat
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, mengatakan sekolah memang sudah masuk daftar penerima revitalisasi. Namun insiden robohnya atap membuat pelaksanaan perlu dipercepat agar risiko terhadap siswa segera hilang.
Ia menyambut lega karena pembangunan telah dimulai. Kondisi ini memberi harapan bagi guru, orang tua, dan siswa untuk segera kembali menggunakan fasilitas sekolah secara aman.
Makna dan tindak lanjut
Wamendikdasmen menegaskan infrastruktur pendidikan adalah bagian penting peningkatan mutu pembelajaran. Menurutnya, transformasi pendidikan harus memastikan setiap anak belajar di sekolah yang aman, layak, dan nyaman.
Pengerjaan yang sedang berlangsung diharapkan menyelesaikan masalah keselamatan serta mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir melindungi hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...