Ketua Dewas RRI: Beri Ruang Luas bagi Generasi Muda untuk Eksplorasi
Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto meminta agar generasi muda RRI diberi ruang luas untuk bereksplorasi. Pernyataan itu disampaikan saat prosesi penyulutan obor Tri Prasetya HUT ke-81 RRI di Auditorium Abdulrachman Saleh, Gedung RRI Jakarta, Jumat, 11 September 2026. Anwar menilai komposisi usia pegawai membuka peluang pengembangan kreativitas dan inovasi lembaga.
Komposisi usia pegawai memberi peluang
Anwar mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 60,2 persen pegawai RRI berusia 40 tahun ke bawah. Menurutnya, komposisi ini merupakan modal penting bagi lembaga untuk memunculkan ide-ide baru dan melakukan pembaruan.
"Komposisi 60-40 tadi merupakan bonus demografi yang membuka ruang tumbuh suburnya eksplorasi, kreativitas, dan inovasi. Generasi muda RRI inilah yang saya sebut DNA baru RRI, inilah senjata sakti mandraguna kita yang lain,"
Dia menegaskan generasi muda harus diberi peran nyata dalam proses transformasi. Anwar khawatir kalau potensi tersebut justru tersingkirkan sehingga perubahan tidak optimal.
Pentingnya ruang eksplorasi
Ruang untuk bereksplorasi menurut Anwar diperlukan agar generasi muda bisa menguji ide, bereksperimen, dan berinovasi tanpa terbebani birokrasi yang kaku. Ia meminta manajemen membuka kesempatan pengambilan peran lebih luas bagi pegawai muda.
- Mendorong kreativitas konten dan teknologi
- Mengakselerasi adaptasi terhadap perubahan media
- Menciptakan pipeline pemimpin masa depan
Ambidextrous leadership sebagai kunci transformasi
Anwar mendorong penerapan ambidextrous leadership guna menjaga keseimbangan antara mempertahankan keberlangsungan operasional dan melakukan eksplorasi pembaruan. Ia menjelaskan kedua pendekatan — eksploitasi dan eksplorasi — saling melengkapi.
"DNA baru RRI harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berperan dalam langkah-langkah eksplorasi ke depan. Jangan sampai generasi muda RRI sekadar menjadi tamu di lembaganya sendiri,"
Menurutnya, eksploitasi memastikan stabilitas dan keberlangsungan, sementara eksplorasi menghasilkan pembaruan yang diperlukan menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan pasar.
Implikasi dan langkah ke depan
Penekanan pada keterlibatan generasi muda menuntut perubahan kebijakan internal, pelatihan, serta kultur organisasi yang mendukung percobaan dan kegagalan terukur. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan RRI tetap relevan dalam ekosistem media yang cepat berubah.
Dengan modal demografi tersebut, Anwar melihat peluang bagi RRI untuk memperkuat posisi dan terus berinovasi, asalkan manajemen memberi ruang nyata bagi generasi muda berkreasi dan memimpin inisiatif pembaruan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Reformasi Birokrasi RRI 78,44: Dirut Apresiasi Kerja Bersama
Reformasi birokrasi RRI mencapai 78,44 pada 2025; Dirut Hendrasmo apresiasi kerja bersama dan dorong peningk...
BAKN Minta Pemerintah Siapkan Plan B untuk Pengalihan Utang KCIC
BAKN minta pemerintah siapkan plan B pengalihan utang KCIC karena proses due diligence berisiko menunda targ...
Pemenang Swara Kencana RRI 2026: 12 Juara dari 4 Kategori
RRI mengumumkan 12 pemenang Swara Kencana pada 18 Sept 2026, mencakup kategori Mini Drama, Layanan Masyaraka...
Revitalisasi SDN Tanggirejo Capai 40 Persen, Sekolah Dipercepat
Revitalisasi SDN Tanggirejo di Grobogan mencapai 40 persen, didukung Bantuan Presiden, dengan pembelajaran d...
Dirut RRI Tekankan Mindset Baru: RRI Harus Mendatangi Audiens
Dirut RRI I Hendrasmo menekankan perubahan mindset dan transformasi multiplatform agar RRI aktif mendatangi...
Kesehatan Masyarakat Jadi Modal Utama Ketahanan Nasional
FORMAS dan RS Pusrehab Kemhan tekankan kesehatan masyarakat sebagai modal ketahanan nasional melalui kolabor...