Nasional

DPR: Penjaminan Polis Kunci Pulihkan Kepercayaan Asuransi

Bagikan:
DPR dan LPS bahas Program Penjaminan Polis untuk pulihkan kepercayaan asuransi

Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Muawanah, menilai penguatan penjaminan polis penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi. Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Kerja dengan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 September 2026. Menurut Anna, program penjaminan perlu memberikan kepastian mekanisme perlindungan dana yang dipercaya masyarakat ke perusahaan asuransi.

Alasan penguatan penjaminan polis

Anna menjelaskan karakter bisnis asuransi berbeda dibanding transaksi jual-beli barang atau jasa. Dalam asuransi, masyarakat terlebih dahulu menyerahkan dana untuk memperoleh manfaat di masa mendatang. Kondisi itu menempatkan kepastian perlindungan dana sebagai faktor penting untuk menjaga kepercayaan pemegang polis.

"Kalau kita bicara misalnya ini objek bisnis, ini kan kayak transaksi jual-beli, ada jasa, ada barang. Tapi yang asuransi ini kan ada uang, jasanya belakangan," ujar Anna.

Dampak masalah pada industri

Anna menyoroti sejumlah persoalan beberapa tahun terakhir yang memengaruhi persepsi publik terhadap asuransi. Ia menyebut kekhawatiran atas pengembalian dana ataupun manfaat yang tidak terealisasi sebagai masalah utama.

"Belakangan ini justru yang banyak, misalnya kekhawatiran terhadap uang prestasi. Bahkan itu terjadi di beberapa tahun terakhir ini, banyak asuransi yang sudah puluhan tahun,"

Blueprint Program Penjaminan Polis

Anna mengapresiasi LPS yang menyiapkan blueprint Program Penjaminan Polis (PPP). Ia menilai rancangan ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat industri dan mengembalikan keyakinan masyarakat menggunakan produk asuransi.

Ia menekankan bahwa produk asuransi adalah kebutuhan untuk mempersiapkan manfaat di masa mendatang. Oleh sebab itu, keberadaan fondasi perlindungan yang kuat menjadi syarat agar kepercayaan kembali pulih.

"Bahwa asuransi ini suatu kebutuhan, karena ini menabung harapannya hasilnya di belakang. Nah, ini harus ada fondasi yang kuat terhadap trust tersebut," ucapnya.

Kesiapan data dan langkah ke depan

Anna meminta pemanfaatan waktu persiapan sebelum implementasi PPP secara matang. Ia secara khusus menyoroti kesiapan data sebagai aspek krusial agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan memberikan kepastian bagi pemegang polis.

Dengan adanya kepastian mekanisme penjaminan dan kesiapan data, Anna berharap program ini bisa mendorong pemulihan kepercayaan publik sekaligus memperkuat sektor asuransi nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait