Memaknai Tri Prasetya: Landasan Perjuangan Insan RRI
Radio Republik Indonesia telah menjadikan Tri Prasetya sebagai pedoman kerja sejak berdirinya pada 1945.
Pemaknaan itu menegaskan integritas, tanggung jawab, dan semangat persatuan yang menjadi dasar setiap siaran. Angkasawan dan Angkasawati diharapkan menerapkan nilai-nilai ini dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sejarah peran RRI dalam perjuangan
Sejak masa kemerdekaan, lembaga penyiaran nasional memainkan peran strategis dalam menyebarkan informasi dan membangun semangat kebangsaan. Oleh karena itu, Tri Prasetya lahir sebagai landasan moral dan profesional bagi seluruh insan penyiaran.
Peran tersebut terus berlanjut seiring waktu, dengan fokus pada pemeliharaan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab.
Isi Tri Prasetya
Isi Tri Prasetya menjadi pedoman operasional bagi para pegawai. Berikut bunyi tiga tekad yang menjadi dasar kerja mereka:
- Kita harus menyelamatkan segala alat siaran radio dari siapa pun yang hendak menggunakan alat tersebut untuk menghancurkan negara kita, dan membela alat itu dengan segala jiwa raga, dalam keadaan bagaimanapun dan dengan akibat apa pun juga.
- Kita harus mengemudikan siaran RRI sebagai alat perjuangan dan alat revolusi seluruh bangsa Indonesia dengan jiwa kebangsaan yang murni, hati yang bersih dan jujur, serta budi yang penuh kecintaan dan kesetiaan kepada tanah air dan bangsa.
- Kita harus berdiri di atas segala aliran dan keyakinan partai atau golongan dengan mengutamakan persatuan bangsa dan keselamatan negara, serta berpegang pada jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945.
Makna dan implementasi bagi insan RRI
Secara praktis, Tri Prasetya mengarahkan setiap pegawai untuk menjaga netralitas siaran dan menjauhi kepentingan golongan. Nilai ini juga menuntut keberanian mempertahankan fasilitas siaran dari penyalahgunaan yang dapat mengancam keselamatan negara.
Lebih jauh lagi, pedoman ini menanamkan cinta tanah air dan loyalitas terhadap semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, sehingga setiap siaran diharapkan memperkuat persatuan nasional.
Implikasi ke depan
Dalam konteks digital dan arus informasi yang cepat, penerapan Tri Prasetya tetap relevan sebagai pilar etika penyiaran. Kepatuhan terhadap ketiga tekad ini menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas institusi dan keselamatan publik.
Ke depan, penguatan nilai-nilai tersebut akan membantu insan penyiaran menghadapi tantangan baru, sekaligus menjaga peran strategis lembaga dalam memperkuat persatuan bangsa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...