81 Tahun RRI: Tantangan Menjaga Kepercayaan di Era Digital
Radio Republik Indonesia (RRI) menghadapi tantangan utama mempertahankan kepercayaan publik di tengah pergeseran perilaku audiens ke platform digital. Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Spesial Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang bertema 81 Tahun RRI: Menjaga Kepercayaan Publik di Era Digital, Kamis, 10 September 2026.
Tantangan perubahan konsumsi informasi
Perkembangan teknologi dan hadirnya media sosial serta kecerdasan buatan mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Mantan Direktur dan Dewan Pengawas RRI, M. Kabul Budiono, menilai perubahan ini menuntut adaptasi cepat dari lembaga penyiaran publik.
Kabul menekankan RRI harus bertransformasi tanpa menghilangkan ciri khas audio publik yang dekat dengan masyarakat. Ia menyarankan riset dan pemetaan perilaku pendengar sebagai langkah awal pengembangan program.
"RRI harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Namun, RRI tetap harus menjadi media audio yang memiliki ciri khas dan dekat dengan masyarakat," kata Kabul.
Strategi: riset, kerja sama, dan konvergensi
Kabul mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan survei pendengar secara berkala. Data itu akan menjadi dasar pengembangan konten yang relevan dan tepat sasaran.
Komisioner KPI Pusat Widhie Kurniawan menambahkan bahwa media penyiaran masih punya peluang jika menghadirkan konten kredibel. Ia mendorong penguatan konvergensi antara radio, situs daring, dan media sosial.
"Konvergensi media memang tidak mudah diterapkan. Namun jika berhasil, radio dapat memperkuat hubungan dengan audiens tanpa kehilangan identitasnya," kata Widhie.
Perubahan budaya kerja sebagai kunci transformasi
Prof. Masduki, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, menegaskan transformasi tidak cukup hanya mengadopsi teknologi. Budaya kerja dan orientasi pelayanan publik juga harus dirombak.
"Kalau hanya melebur organisasi tanpa mengubah budaya kerja, hasilnya tidak akan maksimal. Transformasi harus menyentuh seluruh ekosistem," kata Masduki.
Ia menekankan bahwa mandat RRI adalah memenuhi hak masyarakat atas informasi yang benar, bermanfaat, dan mencerdaskan. Oleh karena itu, independensi dan kepercayaan publik harus tetap menjadi pijakan utama.
Langkah praktis dan prospek
Untuk memperkuat peran di era digital, beberapa langkah yang disarankan adalah:
- Riset audiens berkala dan pemetaan perilaku pendengar.
- Kolaborasi dengan akademisi untuk survei dan evaluasi program.
- Pengembangan konten terintegrasi di radio, web, dan media sosial.
- Peningkatan interaksi dua arah melalui platform digital.
- Perubahan budaya kerja yang mendukung inovasi dan pelayanan publik.
Dengan strategi tersebut, RRI diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memperluas jangkauan di era digital tanpa kehilangan identitasnya sebagai media audio publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...