Nasional

Prabowo Perintahkan TNI AL Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Bagikan:
Operasi pencarian di Selat Sunda untuk jurnalis hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk segera mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau. Instruksi itu disampaikan sejak rombongan dilaporkan hilang pada Senin malam, kata Sekretaris Kabinet pada Kamis, 10 September 2026. TNI Angkatan Laut mengerahkan 11 kapal gabungan untuk operasi pencarian.

Perintah Presiden dan kronologi singkat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan perintah dari Presiden dikeluarkan segera setelah laporan hilangnya kontak diterima. Informasi awal menyebutkan rombongan terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak. Sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian,"

Operasi pencarian: armada dan jangkauan

Pencarian melibatkan 11 kapal gabungan yang terdiri dari unit TNI AL, Basarnas, dan kepolisian. Tim SAR memasuki hari ketiga operasi dan berencana menyisir kawasan hingga tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau jika kondisi dinilai aman.

Upaya ini meliputi patroli laut dan koordinasi lintas lembaga. Penggunaan 11 kapal menunjukkan skala respons yang cepat dan terpadu antara instansi terkait.

Prioritas keselamatan tim

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam operasi. Tim hanya akan melakukan penyisiran dalam kondisi aman.

"Tetap akan kita coba, apabila dalam kondisi aman, tapi tetap safety paling utama,"

Seruan doa dan harapan

Sekretariat Kabinet meminta masyarakat untuk mendoakan keselamatan seluruh rombongan. Teddy mengimbau agar publik memberikan dukungan moral sementara operasi pencarian berlangsung.

"Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,"

Operasi saat ini masih berjalan dan terus dipantau oleh pusat komando gabungan. Jika kondisi cuaca dan keamanan diperbolehkan, tim akan memperluas jangkauan pencarian sesuai rencana teknis. Keluarga dan publik menunggu perkembangan lebih lanjut dari instansi terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait