Gus Lilur Dukung Kepengurusan PBNU Profesional dan Inklusif
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Gus Lilur mendukung Ketua Umum PBNU, Gus Kikin, menyusun kepengurusan yang profesional, inklusif, dan representatif secara nasional. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Kamis, 10 September 2026, saat Gus Lilur menekankan pentingnya kapasitas, integritas, serta keterwakilan kader NU dari berbagai daerah dalam susunan pengurus.
Kriteria kepengurusan: profesionalisme dan meritokrasi
Gus Lilur menyatakan penyusunan pengurus PBNU harus mengutamakan kapasitas dan integritas. Menurutnya, kewenangan menentukan jajaran pengurus berada pada Ketua Umum sesuai kebutuhan organisasi.
"Penyusunan kepengurusan PBNU harus bertumpu pada indikator profesionalisme dan meritokrasi,"
Ia menilai NU sebagai organisasi multisektoral butuh kepemimpinan yang adaptif dan teruji agar mampu menjawab tantangan internal dan eksternal.
Pertimbangan pengalaman dan keterwakilan daerah
Menanggapi munculnya sejumlah nama dalam bursa kepengurusan, termasuk figur seperti Lukman Edy yang dikaitkan dengan posisi Sekretaris Jenderal, Gus Lilur menyebut pengalaman di pemerintahan atau organisasi relevan jika sesuai kebutuhan PBNU.
"Kehadiran figur dengan portofolio kepemimpinan yang kuat adalah bentuk pemanfaatan modal manusia yang rasional. Sinergi antara Ketua Umum dan jajarannya harus dinilai dari efektivitas kerja serta komitmen terhadap khittah NU,"
Selain kapasitas individu, Gus Lilur menekankan struktur PBNU harus mencerminkan keterwakilan kader dari berbagai wilayah Indonesia. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menjangkau kebutuhan warga NU di daerah.
Harapan untuk proses yang cepat dan fokus pada program
Gus Lilur mengajak seluruh elemen NU memberi ruang kepada kepemimpinan baru untuk menjalankan mandat hasil Muktamar. Ia berharap proses penyusunan kepengurusan tidak berlarut agar PBNU dapat segera fokus pada konsolidasi dan program kerja.
"Saatnya PBNU melangkah ke fase konsolidasi strategis. Sehingga kepemimpinan baru menjalankan mandat Muktamar,"
Secara ringkas, pandangan Gus Lilur menempatkan kapasitas, integritas, keterwakilan wilayah, dan efektivitas kerja sebagai kriteria utama. Ia meminta agar keputusan kepengurusan menyeimbangkan kontribusi historis daerah seperti Jawa Timur dengan asas keberimbangan nasional.
Dengan komposisi pengurus yang profesional dan inklusif, diharapkan PBNU mampu mempercepat konsolidasi organisasi dan meningkatkan respons terhadap kebutuhan warga NU di seluruh Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
81 Tahun RRI: Tantangan Menjaga Kepercayaan di Era Digital
RRI perlu menjaga kepercayaan publik di era digital melalui riset audiens, konvergensi media, dan perubahan...
Polri Perkuat Koordinasi PPNS lewat Rakor Korwas PPNS 2026
Polri menggelar Rakor Korwas PPNS 2026 di Bareskrim untuk memperkuat koordinasi Penyidik Polri, PPNS, dan Pe...
Bansos Disalurkan Langsung ke Rekening, Pemerintah Pastikan Nontunai
Pemerintah akan menyalurkan bansos langsung ke rekening dan menerapkan sistem nontunai untuk meningkatkan tr...
Prabowo Perintahkan TNI AL Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda
Presiden Prabowo memerintahkan TNI AL mencari lima jurnalis dan tiga kru hilang di Selat Sunda saat meliput...
Komdigi Dukung Putusan MK soal Kuota Internet
Komdigi mendukung putusan MK soal kuota internet dan meminta operator seluler patuh; pemerintah beri tenggat...
Prabowo: Generasi Muda akan Teruskan Kebangkitan Indonesia
Presiden Prabowo menyatakan generasi muda harus dipersiapkan meneruskan kebangkitan bangsa, menjelang proyek...