Denda Rp500 Juta, Wanita di Medan Divonis 4 Tahun atas Edarkan Ekstasi
MEDAN, — Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman penjara dan denda kepada Dinda Utami (24) karena terbukti mengedarkan pil ekstasi. Vonis dibacakan pada Senin (3/8) setelah majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah berdasarkan dakwaan jaksa.
Putusan pengadilan
Majelis hakim yang diketuai Khamozaro Waruwu memutuskan Dinda dijatuhi pidana penjara dan denda. Dalam amar putusan, hakim menyatakan:
"Mengadili, menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp500 juta dengan subsider 140 hari,"
Hakim menyebutkan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (1) jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta terkait perubahan aturan pidana yang berlaku.
Pertimbangan hakim
Dalam pertimbangan vonis, majelis menilai ada unsur yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa dinilai tidak mendukung upaya pemerintah memberantas peredaran narkotika. Sebaliknya, hal yang meringankan yakni sikap sopan terdakwa dan belum pernah dihukum sebelumnya.
Setelah putusan dibacakan, hakim memberi kesempatan kepada terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum untuk pikir-pikir apakah menerima vonis atau mengajukan banding.
Kronologi penangkapan dan barang bukti
Dalam dakwaan, jaksa menyatakan Dinda ditangkap polisi saat diduga mengedarkan pil ekstasi di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di depan Pasar USU. Petugas menemukan dan menyita barang bukti berupa 10 butir pil ekstasi dari kepemilikan terdakwa saat penangkapan.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut hukuman lebih berat, yakni pidana penjara selama 5 tahun. Vonis hakim akhirnya lebih ringan dari tuntutan JPU.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Vonis ini menegaskan sikap pengadilan terhadap pengedaran narkotika skala kecil. Jika terdakwa mengajukan banding, proses hukum dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Putusan juga menjadi pengingat bagi masyarakat terkait risiko hukum atas kepemilikan dan peredaran obat terlarang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...