Kesehatan

Waspada Dosis Vitamin B6: Risiko Neuropati dan Tips Aman

Bagikan:
Jarum suntik dan botol suplemen vitamin B6 di atas meja konsultasi medis

Jakarta, 28 Mei 2026 — Dokter spesialis saraf dr. Pinzon mengingatkan masyarakat untuk memahami dosis aman vitamin B6 guna mencegah risiko gangguan saraf. Peringatan ini disampaikan di Jakarta seiring meningkatnya penggunaan suplemen kesehatan di Indonesia.

Inti peringatan dan alasan

Dr. Pinzon menegaskan bahwa vitamin B6 penting untuk fungsi saraf, metabolisme, dan sistem kekebalan tubuh. Namun, penggunaan berlebihan, terutama dalam jangka panjang, dapat menimbulkan masalah.

Pendekatan tepat bukan menghindari suplemen, melainkan memastikan penggunaannya berbasis ilmu pengetahuan. Penggunaan suplemen juga harus disesuaikan dengan kebutuhan individu agar manfaat kesehatan tetap optimal dan aman

Siapa yang berisiko membutuhkan suplemen?

Menurut dr. Pinzon, kebutuhan harian vitamin B6 orang dewasa umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan seimbang. Meski demikian, beberapa kelompok berpotensi memerlukan tambahan suplemen:

  • Ibu hamil
  • Lansia
  • Penderita diabetes
  • Pengguna obat jangka panjang

Gejala dan risiko overdosis

Dr. Pinzon mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala awal keracunan vitamin B6. Gejala tersebut meliputi kesemutan dan mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Ia menekankan bahwa meski kasusnya tergolong jarang, efek jangka panjang dapat serius.

Penggunaan vitamin B6 berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu neuropati perifer meski kasusnya tergolong jarang. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain kesemutan dan mati rasa pada bagian tubuh tertentu

Cara aman mengonsumsi suplemen

Dr. Pinzon menganjurkan pendekatan berbasis bukti dan konsultasi tenaga kesehatan sebelum memulai suplemen, terutama bila penggunaan bersifat jangka panjang atau dikombinasikan dengan suplemen lain.

  • Baca label produk secara cermat, termasuk kandungan dan petunjuk konsumsi.
  • Konsultasikan kebutuhan dengan dokter atau apoteker.
  • Hindari menggabungkan beberapa suplemen vitamin B tanpa pengawasan profesional.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Hal ini penting untuk mengedepankan panduan berbasis sains dibandingkan sekadar mengikuti tren

Pengawasan produk dan peran regulator

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan produk suplemen, termasuk penjualan daring. Langkah ini bertujuan memastikan keamanan konsumen sejalan dengan lonjakan penggunaan suplemen.

Para ahli menilai edukasi berkelanjutan dan informasi kredibel diperlukan agar masyarakat menggunakan suplemen secara aman dan efektif.

Dengan meningkatnya akses ke berbagai produk suplemen, perhatian terhadap dosis, sumber informasi, dan konsultasi medis menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaat kesehatan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait