Mata Berkedut Bukan Pertanda Buruk, Ini Penyebab dan Solusinya
Mata berkedut sering dianggap pertanda buruk oleh sebagian masyarakat. Namun kondisi ini umumnya disebabkan oleh faktor fisik seperti kelelahan mata, konsumsi kafein berlebih, stres, dan kurang tidur. Menurut dr. Saddam Ismail, MARS, kondisi ini dikenal sebagai eyelid myokymia.
Penyebab mata berkedut
Mata berkedut terjadi saat otot kelopak mata mengalami kontraksi berulang yang tidak disengaja. Faktor pemicunya meliputi:
- Kelelahan mata akibat layar atau pekerjaan dekat
- Terlalu banyak kafein dari kopi atau teh
- Stres dan kecemasan
- Kekurangan tidur
Pernyataan ahli
mata berkedut bukan karena ada yang rindu, mau nangis atau mau dapat rejeki tapi kondisi ini disebut eyelid myokymia. Di mana otot mata sedang tegang, kelelahan, kurang tidur atau stress,
Pernyataan tersebut disampaikan oleh dr. Saddam Ismail, MARS pada konten edukasinya di TikTok, Jumat, 29 Mei 2026.
Cara mudah mengatasi mata berkedut
Sebagian besar kasus mata berkedut hilang sendiri setelah pemicu dikurangi. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Cukup istirahat: beri jeda bagi tubuh dan mata untuk pulih.
- Batasi kafein: kurangi konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein lain.
- Kompres hangat: gunakan handuk hangat pada kelopak mata beberapa menit untuk meredakan ketegangan otot.
Kapan harus memeriksakan ke dokter
Jika kedutan berlangsung lebih dari beberapa minggu, menyebar ke area wajah lain, atau disertai keluarnya kotoran dan kemerahan, segera periksakan ke dokter. Kondisi yang menetap atau disertai gejala lain bisa memerlukan pemeriksaan neurologis atau evaluasi mata lebih lanjut.
Secara umum prognosis eyelid myokymia baik dan sering membaik setelah pemicu diatasi. Namun bila gejala persisten, penanganan medis diperlukan untuk menyingkirkan penyebab yang lebih serius.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...