Lokal

Polrestabes Medan Tangkap Pengedar 'Vape Getar' Jaringan Malaysia

Bagikan:
Barang bukti 'Vape Getar' dan penangkapan tersangka di Medan Sunggal

Medan — Tim Polrestabes Medan menangkap satu tersangka dan menyita puluhan alat bukti terkait peredaran narkoba berupa "Vape Getar" dari jaringan Malaysia, Sabtu (4/7) di Jalan Sei Batang Hari, Kecamatan Medan Sunggal.

Pengungkapan peredaran Vape Getar

Personel menangkap pelaku berinisial MG (30), warga Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang. Penangkapan berlangsung saat MG berada di dalam kamar hotel.

Petugas menyita sebanyak 128 unit "Vape Getar" dan dua unit telepon genggam sebagai barang bukti. Setelah diamankan, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk menelusuri jaringan dan asal barang. Penindakan menegaskan upaya aparat dalam mereduksi peredaran narkotika bentuk baru yang beredar lintas negara.

Desakan Penyelidikan Dugaan Fee Proyek Dinas Perkim Medan

Sementara itu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Medan mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti informasi dugaan penyimpangan pengelolaan proyek di lingkungan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan.

PC PMII meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kejaksaan, dan kepolisian melakukan penyelidikan yang profesional dan transparan. Di masyarakat beredar informasi adanya permintaan fee proyek berkisar antara 18–25 persen dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

Desakan itu muncul agar dugaan penyimpangan segera diklarifikasi dan jika terbukti, pelaku diproses sesuai hukum.

Patroli Timsus Dayok Mirah Amankan Motor Knalpot Brong

Di Pematangsiantar, Tim Khusus (Timsus) Dayok Mirah mengamankan tiga unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Pengamanan dilakukan saat patroli rutin mulai Sabtu (4/7) pukul 23.30 WIB hingga Minggu subuh.

Petugas mendapati beberapa titik kerumunan warga hingga larut malam. Timsus memberi imbauan secara humanis agar warga membubarkan diri dan kembali ke rumah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Upaya ini bagian dari langkah preventif aparat untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.

Ketiga laporan ini menunjukkan aktivitas kepolisian dan tuntutan pengawasan publik berjalan paralel di Sumatera Utara. Ke depan, pengembangan penyelidikan tindak pidana narkoba serta klarifikasi dugaan korupsi proyek menjadi fokus utama aparat dan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait