Kemendag Undang Pengusaha Riyadh ke Dua Pameran Dagang RI
Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh mengundang pelaku usaha Arab Saudi untuk menghadiri dua pameran dagang internasional di Indonesia. Undangan disampaikan pada pertemuan di kantor Riyadh Chamber pada 21 Mei 2026 untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan membuka peluang bisnis baru.
Undangan dan jadwal pameran
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menyampaikan ajakan kepada anggota dan pelaku usaha di Riyadh agar berpartisipasi dalam Halal Indonesia International Industry Expo 2026 dan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Halal Indo 2026 dijadwalkan pada 24-27 September 2026, sedangkan TEI 2026 berlangsung pada 14-18 Oktober 2026.
Zulvri menekankan bahwa pameran tersebut akan menampilkan banyak produk unggulan dari Indonesia yang siap diekspor. Ia mengajak pelaku usaha Arab Saudi untuk menjalin kontak bisnis langsung dengan mitra Indonesia saat acara berlangsung.
"Kami mengundang seluruh anggota Kadin Riyadh untuk berpartisipasi dan menjalin kontak bisnis dengan para pelaku usaha Indonesia. Halal Indo 2026 dan TEI 2026 merupakan ajang strategis untuk memperkuat hubungan sekaligus memperluas jaringan bisnis antara Indonesia dan Arab Saudi."
Dukungan Riyadh Chamber
Pada pertemuan itu, pihak Riyadh Chamber menyatakan dukungan penuh terhadap agenda promosi perdagangan Indonesia. Director of International Cooperation Department Riyadh Chamber, Mansour Alajmi, menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi berbagai kegiatan, termasuk business matching dan misi dagang.
Mansour juga menawarkan bantuan berupa klarifikasi pelaku usaha Arab Saudi serta penyediaan daftar pengusaha berdasarkan sektor usaha. Ini dimaksudkan agar penyelenggara Indonesia dapat menargetkan buyer potensial dengan lebih efektif.
"Indonesia merupakan salah satu negara tujuan misi dagang pengusaha Arab Saudi di samping Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kami siap mendukung dan menyosialisasikan agenda promosi di Indonesia agar buyer potensial dapat hadir dan bertransaksi saat pameran,"
Data perdagangan Indonesia–Arab Saudi
Pertemuan juga membahas perkembangan perdagangan bilateral. Berikut ringkasan nilai perdagangan dan ekspor Indonesia ke Arab Saudi:
| Periode | Total Perdagangan (USD) | Ekspor Indonesia (USD) |
|---|---|---|
| Januari–April 2026 | 1,59 miliar | 676 juta |
| Sepanjang 2025 | 6,53 miliar | 2,88 miliar |
Komoditas ekspor Indonesia meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak serta minyak hewani atau nabati, kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara impor dari Arab Saudi meliputi garam, belerang, kapur, plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, dan buah-buahan.
Prospek kerja sama
Kemitraan ini dinilai sejalan dengan implementasi Vision 2030 Saudi, yang mendorong diversifikasi ekonomi dan perluasan hubungan dagang. Fasilitasi dari Riyadh Chamber diharapkan meningkatkan partisipasi buyer Arab Saudi dalam pameran Indonesia, sehingga mendorong transaksi dan kontrak dagang yang lebih banyak.
Dengan agenda pameran yang sudah dijadwalkan dan komitmen dukungan dari kedua pihak, langkah selanjutnya adalah memperkuat promosi, memetakan sektor prioritas, dan menyusun agenda business matching yang konkret untuk kedua negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...