UMN Dampingi Petani Terapkan IoT dan Energi Surya di Bojong Renged
Universitas Multimedia Nusantara mendampingi petani dan pembudidaya ikan Desa Bojong Renged, Kabupaten Tangerang, untuk mengoptimalkan teknologi pertanian dan perikanan. Program berjalan sejak tahun kedua dengan fokus pemanfaatan greenhouse berbasis IoT, sistem akuaponik, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Kegiatan bertujuan meningkatkan produksi, pengelolaan usaha, dan akses pasar melalui literasi data dan pemasaran digital.
Pemanfaatan teknologi pada lahan dan kolam
Tim UMN memasang dan mengembangkan alat pemantauan berbasis IoT untuk greenhouse dan sistem akuaponik. Selain itu, penerapan energi surya mendukung pasokan listrik untuk sensor dan pemompa air.
Ketua Tim Pelaksana, Ir. Arief Iswariyadi, menyatakan pendampingan kini menekankan penggunaan data dalam operasi sehari-hari.
"Teknologi yang sudah tersedia perlu benar-benar menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari kelompok. Karena itu, pada tahun kedua kami menekankan bagaimana data digunakan dalam pengelolaan pertanian dan perikanan,"
Kegiatan pemantauan membantu kelompok mengetahui kondisi lingkungan, kualitas tanah, dan kualitas air kolam secara real time.
Pelatihan manajemen dan nilai tambah produk
Pada 14 Juli 2026, tim menyelenggarakan pelatihan Manajemen Pertanian Profesional Berbasis Data. Materi meliputi pencatatan biaya, analisis pendapatan, dan perencanaan budidaya.
Pada 29 Juli 2026, peserta mengikuti pelatihan pengolahan hasil menjadi produk bernilai tambah, seperti mie dari sayuran dan ikan bumbu kuning dikemas vakum. Diversifikasi ini ditujukan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen dan budidaya.
Anggota tim, Muhammad Salehuddin, menjelaskan fungsi dashboard pemantauan.
"Pada pertanian, informasi mengenai kondisi lingkungan dan tanah dapat membantu menentukan tindakan yang diperlukan. Sedangkan pada perikanan data kualitas air dapat menjadi bahan evaluasi kondisi kolam,"
Pendampingan pemasaran digital
Pada 4 Agustus 2026, UMN memberi pendampingan pengelolaan website pemasaran untuk kedua kelompok. Bimbingan mencakup profil usaha, katalog produk, foto, video, harga, dan ketersediaan produk.
- Pengelolaan profil usaha dan katalog produk
- Pembuatan konten foto dan video produk
- Pemanfaatan media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan instan bisnis
"Website dan kanal digital tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampilkan produk," kata Satya Arisena Hendrawan. "Kelompok perlu mampu menyajikan profil usaha, informasi produk, foto, harga. Serta, kontak secara konsisten sehingga calon konsumen lebih mudah mengenali dan mengakses produk mereka."
Andy Firmansyah menambahkan bahwa strategi pemasaran diperlukan agar produk menjangkau konsumen yang tepat.
"Kelompok tidak hanya kami dorong untuk mampu memproduksi, tetapi juga memahami siapa konsumennya dan bagaimana memanfaatkan kanal digital,"
Dana, partisipan, dan tujuan jangka panjang
Program melibatkan Kelompok Tani Waru Brilliant dan Kelompok Perikanan Waru Brilliant, masing-masing beranggotakan 20 orang, yang merupakan bagian dari Kampung Tematik Waru Brilliant. Kegiatan dibiayai Kemendiktisaintek 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Desa Binaan, berdasarkan Kontrak Nomor 0698/LL3/DT.06.01/2026 dan Nomor 2147/HIBAHPDB-RIS/IV/2026.
Program ini mendukung pencapaian SDGs, terutama ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, energi terjangkau, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. UMN berharap penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kewirausahaan akan meningkatkan ketahanan pangan serta ekonomi berbasis potensi wilayah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ombudsman Temukan Kerentanan Pengawasan di Lapas, Minta Perbaikan
Ombudsman RI temukan kerentanan pengawasan dan keamanan di Lapas setelah kunjungan tanpa pemberitahuan; reko...
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk 6 Kodam
Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI pada 5 Oktober 2026, termasuk enam Kodam baru serta penguata...
DVI Polri Gunakan DNA untuk Identifikasi Korban KM Virgo
DVI Polri andalkan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi korban KM Virgo; 63 dari 80 jenazah telah terident...
Komisi VII Soroti Tumpang Tindih Kewenangan di Kawasan Industri
Komisi VII DPR soroti tumpang tindih kewenangan pengelola kawasan industri saat kunjungan Panja RUU di Mitra...
RUU Kawasan Industri Harus Jawab Persoalan Nyata, Kata Komisi VII
Komisi VII minta RUU Kawasan Industri bersifat operasional, memberi kepastian hukum, dan mendukung infrastru...
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya: 1 Tewas, 20 Rumah Rusak
Gempa M6,1 di Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026 menewaskan satu lansia dan merusak 20 rumah serta sejumlah fa...