Ekonomi

Inovasi dan Kolaborasi Dorong UMKM Sleman, Kisah Kopi Madu Merapi

Bagikan:
Pelatihan UMKM Sleman dan produk Kopi Madu Merapi yang memperoleh indikasi geografis

Dinas Koperasi UKM Sleman mendorong kenaikan kelas ribuan UMKM lewat pelatihan, pembinaan PLUT, dan pemasaran digital seperti Sleman Mart. Data terbaru menunjukkan ada 110.000 UMKM di Sleman, sebagian besar usaha mikro, dan strategi ini disampaikan dalam Dialog Jogja Sore Ini UMKM Bicara pada Senin, 3 Agustus 2026.

Data UMKM Sleman

Menurut paparan Dinas, mayoritas UMKM di Sleman masuk kategori mikro. Pengelompokan mulai dari mikro 1 hingga mikro 5 sudah diterapkan sejak 2022 untuk menilai kebutuhan pembinaan.

Kategori Jumlah
Total UMKM 110.000
Usaha mikro 99.000

Strategi Pembinaan dan Klasifikasi

Sejak 2022, Dinas Koperasi UKM Sleman mengkategorikan usaha mikro menjadi lima tingkatan. Penilaian ini mempertimbangkan beberapa aspek utama agar pembinaan tepat sasaran.

  • Sumber daya manusia (SDM)
  • Pemasaran
  • Produksi
  • Keuangan (omset)
  • Perizinan

Untuk mempercepat peningkatan kapasitas, pemerintah kabupaten menyediakan pelatihan bagi pengusaha pemula hingga tingkat lanjut dan membentuk Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai titik pendampingan.

Pemasaran Digital: Sleman Mart

Selain pelatihan, Dinas memfasilitasi pemasaran digital melalui platform Sleman Mart. Langkah ini dimaksudkan agar produk UMKM lebih mudah diakses konsumen dan pelaku usaha mendapatkan pembelajaran pemasaran online.

Kisah Kopi Madu Merapi

Salah satu penerima pembinaan adalah Kopi Madu Merapi. Pemilik Bayu Dwi Setyawan atau "Uncle Bayu" memulai usaha dengan menargetkan wisatawan Desa Wisata Pentingsari dan pengguna Jeep Merapi.

Seiring waktu, permintaan meningkat dari sejumlah coffee shop di Yogyakarta setelah Kopi Madu Merapi memperoleh sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum. Perubahan segmen pasar ini menunjukkan dampak positif pembinaan dan pengakuan produk lokal.

Pernyataan Pejabat

"Tentunya kita melihat seperti apa potensi masing-masing UMKM ini dan nantinya kita bina, kita dampingi sesuai dengan keadaan UMKM tersebut,"

— J Rahmat Sudrajat, Konsultan PLUT Bidang SDM Dinas Koperasi UKM Sleman, saat acara dialog.

Dampak dan Prospek ke Depan

Langkah klasifikasi, pembinaan PLUT, pelatihan berjenjang, dan pemasaran digital diharapkan mendorong banyak UMKM naik kelas. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pasar lokal — termasuk coffee shop dan sektor pariwisata — menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan.

Ke depan, monitoring dan perluasan akses perizinan serta sertifikasi produk seperti indikasi geografis akan terus didorong untuk memperkuat daya saing UMKM Sleman.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait