Ekonomi

Siasat Sate Madura Cak Man Palembang Hadapi Harga Ayam

Bagikan:
Warung Sate Madura Cak Man di Sekip Palembang dan seporsi sate yang disajikan

Sate Madura Cak Man di kawasan Sekip, Palembang, menjaga rasa dan kepercayaan pelanggan untuk menghadapi kenaikan harga bahan baku. Pemilik warung, Sumyati, mengatakan lonjakan harga daging ayam dan kacang sejak akhir Juli–awal Agustus 2026 menekan biaya produksi, namun warung yang berdiri sejak 1990 itu memilih mempertahankan kualitas dan sebagian menu agar pelanggan tetap setia.

Strategi mempertahankan usaha

Warung Sate Madura Cak Man buka setiap hari sejak sore. Aktivitas jual beli biasanya dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Meski biaya produksi meningkat, pemilik tetap mengutamakan cita rasa agar pelanggan tidak berpindah.

Menurut Sumyati, ketelitian pengelolaan stok dan mempertahankan resep asli menjadi strategi utama untuk menekan dampak kenaikan harga tanpa mengorbankan kualitas.

“Usaha ini sudah kami jalankan sejak tahun 1990 dan sampai sekarang masih terus berjalan. Tantangan yang paling terasa sekarang itu harga bahan baku semakin mahal, terutama daging ayam dan kacang,”

Harga menu dan penyesuaian

Walau biaya bahan meningkat, warung ini masih menawarkan beberapa pilihan menu dengan harga terjangkau. Pilihan tersebut disesuaikan agar tetap menguntungkan dan ramah kantong pelanggan.

  • Sate tanpa lontong: Rp17.000
  • Sate dengan lontong: Rp20.000
  • Sate dengan nasi: Rp23.000

Suara pelanggan

Keberlangsungan warung juga didukung loyalitas pelanggan lama. Annisa, salah satu pelanggan tetap, menilai rasa sate tidak banyak berubah meski banyak pilihan kuliner baru bermunculan di Palembang.

“Saya dari dulu sudah langganan beli sate di sini, rasanya dak berubah. Pelayanannya juga di sini ramah dan tidak menunggu lama kalau beli,”

Annisa menambahkan bahwa konsistensi rasa menjadi alasan utama ia dan pelanggan lain terus kembali, meski harga bahan baku naik.

Makna usaha lintas generasi

Bagi pemilik, usaha bukan sekadar transaksi harian. Warung menjadi bagian dari perjalanan keluarga dan komunitas setempat. Sumyati berharap usaha ini dapat diteruskan ke generasi berikutnya sebagai warisan keluarga dan sumber penghidupan.

Selama lebih dari tiga dekade, Sate Madura Cak Man menunjukkan bahwa bisnis kuliner tradisional dapat bertahan dengan mengutamakan kualitas, hubungan dengan pelanggan, dan adaptasi terhadap perubahan biaya produksi. Ke depan, kemampuan mengelola biaya dan mempertahankan cita rasa akan menentukan kelangsungan usaha tersebut.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait