Digitalisasi Dorong UMKM: New Home Product Perluas Pasar Lokal
Hindun Himran, pemilik New Home Product, menceritakan bagaimana digitalisasi dan pelatihan bisnis membantu usahanya bertahan 15 tahun dan memperluas pasar lokal pada 3 Agustus 2026. Lewat pemanfaatan teknologi, inovasi produk, dan pengalaman inkubasi, usaha rumahan itu kini menjangkau beragam segmen konsumen.
Perjalanan usaha dan transformasi produk
Hindun memulai usahanya dari menjual madu dengan nama berbeda sebelum menyatukan lini produknya menjadi New Home Product. Partisipasi dalam pelatihan dan inkubator bisnis menjadi titik penting untuk diversifikasi produk dan peningkatan kualitas.
Seiring waktu, perusahaan rumahan ini berkembang dari satu produk menjadi beberapa varian yang dipasarkan secara lebih luas, baik offline maupun melalui saluran digital.
Digitalisasi sebagai pengungkit pasar
Menurut Hindun, digitalisasi bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan bagi UMKM. Pemanfaatan platform online membuka peluang penjualan lebih besar, efisiensi pemasaran, dan membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk lokal.
Dengan strategi pemasaran digital, Hindun mampu menarik konsumen dari berbagai daerah dan memperbesar omzet meski modal terbatas.
Ragam produk dan strategi produksi
New Home Product kini menjual beragam produk. Hindun menyebutkan beberapa di antaranya:
- Madu
- Produk herbal kesehatan
- Minyak bidara
- Minuman tradisional seperti saraba, kopi, dan teh
- Parfum racikan sendiri
Meski menjalankan usaha seorang diri sebagai single parent, Hindun mengatur jadwal produksi secara bergantian berdasarkan jenis produk. Pengelolaan waktu dan proses produksi yang terstruktur membuat permintaan pelanggan tetap terpenuhi.
Inovasi berkelanjutan dan pesan untuk pelaku UMKM
"Kalau mencari produk sebenarnya tidak, tapi lebih ke berinovasi. Produk yang sudah ada saya anggap sudah cocok, tinggal bagaimana terus dikembangkan agar tetap diminati pasar,"
Hindun berharap lebih banyak pelaku UMKM berani memanfaatkan teknologi, mengikuti pelatihan, dan terus berinovasi agar mampu bersaing dengan produk nasional maupun internasional. Menurutnya, kombinasi antara kemampuan produksi, pemasaran digital, dan inovasi produk menjadi kunci kelangsungan usaha jangka panjang.
Ke depan, adopsi teknologi dan jaringan inkubasi diharapkan makin mempermudah akses pasar bagi UMKM lokal serta meningkatkan daya saing produk-produk unggulan dari daerah.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...