Percepat Izin Edar, BBPOM Jakarta Evaluasi Fasilitasi UMK Pangan
BBPOM Jakarta bersama Dinas PPKUKM DKI Jakarta menggelar monitoring dan evaluasi program fasilitasi kolaborasi izin edar BPOM MD bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pangan olahan pada Senin, 3 Agustus 2026 di Jakarta Creative Hub. Kegiatan bertujuan mempercepat proses registrasi produk dan menilai pelaksanaan program sejak awal 2026.
Kegiatan monitoring dan peserta
Acara dihadiri 22 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas PPKUKM dari lima wilayah kota administrasi, serta tenaga pendamping UMK. Evaluasi difokuskan untuk mengidentifikasi kendala dalam proses pendampingan menuju penerbitan izin edar BPOM MD.
- Jumlah peserta: 22 perwakilan dan pendamping
- Lokasi: Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat
- Waktu: Senin, 3 Agustus 2026
Tujuan dan fokus evaluasi
Kegiatan bertujuan mempercepat registrasi produk UMK pangan olahan sekaligus mencari masukan untuk menyempurnakan mekanisme pendampingan. Diskusi diarahkan pada langkah-langkah praktis agar produk UMK memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi sehingga dapat memperoleh izin edar BPOM MD sesuai ketentuan.
Pemaparan tim fasilitasi
Ketua Tim Fasilitasi UMKM, Rini Asri, memaparkan perkembangan pelaksanaan program, capaian yang telah dicapai, serta tantangan teknis selama proses pendampingan. Diskusi menghasilkan beberapa rekomendasi tindak lanjut untuk mempercepat penyelesaian registrasi produk pangan olahan.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan diperoleh masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan pelaksanaan program fasilitasi kolaborasi yang merupakan salah satu kegiatan hilirisasi untuk menghasilkan produk pangan olahan yang aman dan berkualitas,”
Dukungan dan harapan untuk UMK
BBPOM Jakarta menyatakan program fasilitasi kolaborasi izin edar BPOM MD adalah bentuk dukungan terhadap pengembangan UMK pangan olahan melalui pendampingan terintegrasi dengan pemerintah daerah. Melalui evaluasi berkala, program diharapkan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Targetnya adalah meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memenuhi aspek keamanan, mutu, dan gizi pangan. Dengan demikian, produk UMK diharapkan memiliki daya saing lebih baik dan akses pasar yang luas.
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan prosedur pendampingan dan langkah tindak lanjut untuk memuluskan proses registrasi dan penerbitan izin edar BPOM MD bagi pelaku UMK pangan olahan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...