Inovasi dan Digitalisasi Kunci UMKM Naik Kelas
Noorahmiati, S.E., M.M. menegaskan inovasi dan digitalisasi menjadi kunci agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rumahan dapat naik kelas. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog Ruang UMKM di RRI Pro.4 Banjarmasin, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurutnya, pengelolaan usaha yang baik, kemampuan membaca kebutuhan konsumen, dan adaptasi teknologi menentukan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Pendekatan ini penting bagi UMKM yang tumbuh dari kreativitas masyarakat sekitar.
Indikator UMKM yang Naik Kelas
Noorahmiati merinci sejumlah indikator yang menunjukkan UMKM sudah naik kelas. Indikator ini berguna bagi pelaku usaha dan pendamping untuk mengukur kemajuan.
- Kualitas produk meningkat dan konsisten.
- Jangkauan pasar meluas, termasuk ke platform digital.
- Kondisi keuangan stabil dan terstruktur.
- Pemanfaatan teknologi digital semakin kuat.
- Keberlanjutan bisnis atau model usaha yang bisa bertahan.
Peran inovasi dan pemasaran
Inovasi produk dan kemasan menjadi salah satu modal utama. Pelaku UMKM perlu mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar dan menyusun strategi pemasaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Bagi pelaku usaha, penting mengetahui inovasi dan membaca kebutuhan konsumen, termasuk bagaimana pemasarannya,"
Selain itu, Noorahmiati menekankan pentingnya storytelling—membangun narasi produk agar memiliki nilai lebih di mata konsumen. Narasi kuat membantu produk tampil beda di pasar yang semakin kompetitif.
Tantangan dalam pendampingan
Dalam praktik pendampingan, tantangan yang sering muncul bukan hanya persaingan. Banyak pelaku UMKM masih memiliki pemahaman terbatas soal manajemen usaha dan sistem administrasi yang rapi.
"Tantangan pelaku usaha itu beragam, termasuk perubahan bahan baku dan promosi yang kompetitif,"
Perubahan perilaku konsumen yang cepat menuju platform digital juga menuntut UMKM untuk segera beradaptasi. Tanpa pemahaman manajemen dan pemasaran digital, peluang memperbesar pasar sulit tercapai.
Kunci praktis untuk naik kelas
Noorahmiati merekomendasikan lima aspek yang harus dikembangkan secara bersamaan. Kelima aspek ini saling memperkuat agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
- Kualitas produk dan inovasi terus-menerus.
- Kemasan yang menarik dan fungsional.
- Pengelolaan keuangan yang tertata.
- Koneksi digital untuk pemasaran dan penjualan.
- Upaya keberlanjutan usaha, termasuk manajemen risiko.
Penutupnya, pendampingan UMKM sebaiknya tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek. Fokus jangka panjang adalah membangun kemandirian pelaku usaha sehingga mereka mampu mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Moora Fresh: Inspirasi Usaha Kuliner dari Manokwari
Alfiana Ida Matini berbagi perjalanan membangun Moora Fresh di Manokwari, menekankan kualitas, sentuhan loka...
Perayaan HUT RI di Sidodadi Dongkrak Pendapatan UMKM
Perayaan HUT RI Ke-81 di Dusun Sidodadi, Lampung Tengah, meningkatkan pendapatan UMKM hingga tiga kali lipat...
UMKM Malinau Gelar Olahraga Bersama Semarakkan HUT ke-81 RI
Pelaku UMKM di PLB Malinau menggelar senam dan permainan pada 19 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI...
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Ruang Inkubasi UMKM Medan
Gallery Mustika Deli di MPP Medan resmi dibuka (19 Agustus 2026) sebagai ruang promosi dan inkubasi untuk me...
Tips Jualan Stick Mozzarella Homemade di Media Sosial
Tips praktis jualan stick mozzarella homemade di media sosial: foto menggoda, video tarikan keju, caption ef...
Indosolar 2026 Dorong Percepatan Energi Surya di Indonesia
Indosolar 2026 mengumpulkan pemerintah, industri, dan investor untuk percepat pengembangan energi surya dan...