Ekonomi

UMKM Jadi Tulang Punggung, Literasi Bisnis Kunci Naik Kelas

Bagikan:
Pelaku UMKM berdiskusi tentang pengelolaan usaha dan strategi pemasaran

UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, namun peningkatan kualitas pengelolaan usaha dinilai kunci agar pelaku dapat naik kelas. Pernyataan ini disampaikan oleh akademisi dan konsultan bisnis di Pontianak pada 1 Agustus 2026, yang menekankan pentingnya literasi bisnis, pengelolaan keuangan, dan perubahan mindset untuk memperkuat daya saing usaha kecil.

Peran UMKM bagi perekonomian

Para narasumber melihat UMKM sebagai penopang utama ekonomi, termasuk saat tekanan terhadap perusahaan besar pada masa pandemi. Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah membantu masyarakat tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga membuka peluang pendapatan mandiri.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Ibnu Aswat, menegaskan peran tersebut dan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan usaha agar kontribusi UMKM makin berkelanjutan.

Pengelolaan keuangan dan roadmap usaha

Salah satu perhatian utama adalah tata kelola keuangan. Pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha dianggap langkah mendasar agar pengelolaan lebih profesional dan transparan.

"Ketika kita mengelola bisnis, kita harus dapat memisahkan mana uang pribadi dan mana uang perusahaan supaya tidak ada kebingungan dalam mengelola keuangan tersebut."

Ibnu juga menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang. Menurutnya, setelah pengelolaan keuangan baik, pelaku usaha perlu menyusun roadmap agar tidak berhenti pada satu tahap dan benar-benar dapat naik kelas.

"Yang diinginkan pemerintah adalah UMKM yang naik kelas. Tidak hanya mencari keuntungan, tetapi bagaimana usahanya terus berkembang dan memiliki kualitas yang lebih baik."

Mindset, inovasi, dan kualitas produk

Konsultan Bisnis M. Rizal Edwin menilai tantangan utama bukan jumlah, melainkan kualitas UMKM. Pendidikan dan pembinaan dianggap solusi untuk menciptakan produk dan strategi yang kompetitif.

"Kita itu tidak kekurangan UMKM. Yang perlu kita tingkatkan adalah kualitasnya. Solusinya bagaimana kita terus mengedukasi UMKM agar memiliki produk yang berkualitas dan mampu berkembang."

Rizal menegaskan modal bukanlah faktor tunggal. Mindset wirausaha yang tepat memungkinkan pelaku usaha mengelola keuntungan untuk pengembangan dan mencari solusi ketika menghadapi kerugian.

"Dasar yang paling utama itu adalah mindset, bukan modal. Kalau pelaku usaha memiliki mindset bisnis, saat untung dia akan mengembangkan usahanya, dan saat rugi dia akan mencari solusi untuk memperbaiki bisnisnya."

Selain itu, inovasi produk, kemasan, dan strategi pemasaran disebut penting untuk mengikuti kebutuhan pasar dan memperkuat posisi usaha di tingkat daerah maupun nasional.

Prospek dan implikasi

Jika literasi bisnis, pengelolaan keuangan, dan pembinaan kualitas terus ditingkatkan, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang berdaya saing. Perbaikan fondasi usaha ini akan berimplikasi positif bagi pemulihan dan penguatan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait