Lapas Batang Studi Tiru Peternakan Ayam dan Puyuh untuk Ketahanan Pangan
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang melakukan studi tiru ke Lapas Kelas IIB Sumedang untuk mempelajari budidaya ayam petelur dan puyuh petelur. Kegiatan ini berlangsung belum lama ini dan bertujuan mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kegiatan studi tiru dan peserta
Rombongan Lapas Batang dipimpin oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Desdy Purwanto, bersama staf Giatja. Mereka menerima penjelasan teknis dan praktik lapangan dari pengelola peternakan Lapas Sumedang. Kunjungan fokus pada penerapan sistem budidaya peternakan yang sudah berjalan.
Materi yang dipelajari
Selama kunjungan, peserta memperoleh paparan lengkap tentang tahapan budidaya. Materi mencakup persiapan kandang hingga pengelolaan hasil produksi. Penjelasan disampaikan secara bertahap agar dapat diadaptasi di Lapas Batang.
- Persiapan kandang
- Pemeliharaan ternak
- Pemberian pakan
- Pengelolaan kesehatan ternak
- Proses produksi dan pengelolaan hasil
Tujuan dan manfaat bagi warga binaan
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, menyatakan studi tiru ini merupakan bagian dari upaya strategis meningkatkan pembinaan. Kegiatan diharapkan memberi keterampilan vokasional yang berguna saat warga binaan kembali ke masyarakat. Selain itu, program ini dinilai mampu mendukung ketahanan pangan internal lapas.
"Ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam menjalani reintegrasi sosial setelah bebas nanti," ujarnya saat ditemui di Lapas Kelas IIB Batang, Sabtu 1 Agustus 2026.
Langkah pengembangan selanjutnya
Rombongan Lapas Batang membawa pulang wawasan dan praktik yang dapat dijadikan bahan pengembangan program. Tahap berikutnya adalah menyusun rencana adaptasi teknik budidaya sesuai kapasitas dan sumber daya Lapas Batang. Pengelolaan berkelanjutan menjadi fokus agar manfaat jangka panjang bisa tercapai.
Dengan studi tiru ini, Lapas Batang berharap mempercepat penerapan model peternakan produktif dan berkelanjutan. Program diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan lapas tetapi juga memperkuat keterampilan warga binaan untuk reintegrasi sosial.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...