Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Tetap, Ini Rinciannya
Pemerintah memastikan tarif listrik pada awal Agustus 2026 tidak berubah. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pelanggan subsidi maupun non-subsidi pada periode 1–7 Agustus 2026 sebagai bagian dari penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) Triwulan III 2026 yang berlangsung Juli–September 2026.
Kebijakan dan tujuan
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi. Selain itu, 24 golongan pelanggan bersubsidi tetap menerima bantuan tarif dari pemerintah.
Kelompok penerima subsidi mencakup pelanggan sosial, rumah tangga kurang mampu, pelaku usaha kecil, industri kecil, hingga sektor UMKM. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Rincian tarif 1–7 Agustus 2026
Dalam keterangan resmi pada awal Juli 2026, pemerintah menetapkan bahwa tarif sejumlah golongan tetap sama seperti periode sebelumnya. Berikut rincian tarif yang berlaku untuk 1–7 Agustus 2026.
Rumah Tangga Non-Subsidi
- 900 VA: Rp1.352/kWh
- 1.300 VA: Rp1.444,70/kWh
- 2.200 VA: Rp1.444,70/kWh
- 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53/kWh
- 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53/kWh
Bisnis dan Pemerintah
- B-2/TR (6.600 VA–200 kVA): Rp1.444,70/kWh
- P-1/TR (Kantor Pemerintah): Rp1.699,53/kWh
- P-3/TR (Penerangan Jalan Umum): Rp1.699,53/kWh
Subsidi dan Rumah Tangga Mampu (RTM)
- 450 VA Subsidi: Rp415/kWh
- 900 VA Subsidi: Rp605/kWh
- 900 VA RTM: Rp1.352/kWh
- 1.300–2.200 VA: Rp1.444,70/kWh
- 3.500 VA ke atas: Rp1.699,53/kWh
Dampak jangka pendek dan prospek
Keputusan mempertahankan tarif bertujuan memberikan kepastian biaya listrik bagi rumah tangga dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi. Keputusan ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan UMKM untuk menjaga operasi tanpa tekanan kenaikan biaya energi mendadak.
Ke depan, tarif akan terus dievaluasi sesuai mekanisme TTL triwulanan. Masyarakat disarankan memantau pengumuman resmi terkait pembaruan tarif untuk periode berikutnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...