Tanjungbalai Gelar Uji Kompetensi Tenaga Konstruksi 2026
Tanjungbalai — Pemerintah Kota Tanjungbalai membuka kegiatan Pembekalan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Tahun 2026 pada Selasa, 15 September, di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dan bertujuan meningkatkan kualitas serta legalitas tenaga kerja konstruksi sesuai ketentuan nasional.
Pembukaan dan tujuan kegiatan
Kepala Dinas PUTR, Tety Juliany Siregar, menjelaskan acara ini bagian dari program nasional sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Menurutnya, sertifikasi wajib berdasarkan Pasal 70 Undang‑Undang No. 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi.
“Sertifikat ini merupakan pengakuan atas kemampuan/kompetensi kerja khususnya tenaga kerja konstruksi, yang disebut sertifikat kompetensi kerja (SKK), sebelumnya dikenal dengan sebutan sertifikat keterampilan (SKT),”
Rincian peserta dan pembiayaan
Kegiatan ini dibiayai penuh dari APBD Kota Tanjungbalai dan diikuti 98 tenaga kerja. Peserta berasal dari penyedia jasa konstruksi, OPD PUTR, dan OPD lain di kota tersebut.
| Jabatan Kerja | Jumlah Peserta |
|---|---|
| Pengawas pekerjaan drainase perkotaan | 23 |
| Supervisor K3 konstruksi | 25 |
| Pelaksana pekerjaan lanskap | 25 |
| Operator alat berat (wheel excavator) | 25 |
Hasil capaian sebelumnya
Tety menyatakan capaian program selama empat tahun terakhir cukup tinggi. Pada 2022–2025, sebanyak 360 tenaga kerja untuk 14 jabatan mendapat pembekalan dan 357 orang dinyatakan lulus uji sertifikasi.
Dampak terhadap pembangunan daerah
Tety menekankan Kota Tanjungbalai sedang berbenah untuk mewujudkan Tanjungbalai Emas. Pekerjaan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan infrastruktur, khususnya penanggulangan banjir, membutuhkan tenaga kerja yang kompeten.
“Kuantitas dan kualitas tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat sangat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi,”
Komitmen pemerintah dan manfaat bagi pekerja
Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menyampaikan APBD 2026 telah mengalokasikan anggaran untuk fasilitasi uji kompetensi. Pemerintah fokus pada peningkatan SDM konstruksi tingkat 1 sampai 6.
“Untuk menghasilkan produk infrastruktur yang berkualitas serta proses konstruksi yang efektif dan efisien, ... hanya dapat terpenuhi jika terlaksananya tertib penyelenggaraan konstruksi,”
Fadly menambahkan dua komponen utama kegiatan adalah pembekalan untuk menambah wawasan proses konstruksi dan uji sertifikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja peserta.
Pelaksana dan peserta
Acara dihadiri pimpinan OPD, lembaga sertifikasi profesi yang ditunjuk BNSP (LSP Astekindo Konstruksi Mandiri dan LSP Petakindo Konstruksi Mandiri), asesor P3SM, narasumber pembekalan, serta para peserta uji kompetensi. Kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta oleh Wali Kota Mahyaruddin.
Dengan bertambahnya tenaga kerja konstruksi bersertifikat, pemerintah berharap peningkatan kualitas proyek sekaligus perbaikan kesejahteraan pekerja melalui kompensasi yang layak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejari Samosir Hadirkan 3 Ahli dalam Sidang Tipikor Medan
Kejari Samosir menghadirkan tiga ahli di sidang Tipikor Medan terkait dugaan penyalahgunaan penyaluran bantu...
Kapolsek Siantar Selatan Ajak Siswa SMPN 12 Tingkatkan Disiplin
Kapolsek Siantar Selatan mengajak siswa SMPN 12 meningkatkan kedisiplinan, menjauhi kenakalan, dan fokus mer...
Pemkab Sergai Serahkan Kursi Roda untuk Balita Cerebral Palsy
Pemkab Sergai menyerahkan kursi roda untuk Albizar, balita 28 bulan penderita Cerebral Palsy, guna membantu...
Pemkab Simalungun Gelar Maulid di Tapian Dolok, Hadir Ribuan Warga
Pemkab Simalungun menggelar Maulid Nabi 1448 H di Tapian Dolok, Selasa (15/9), dihadiri ribuan warga dan Bup...
RSUD Amri Tambunan Diperiksa: Sterilisasi Rp3,4M & Laser Rp5,033M
Banggar DPRD Deliserdang temukan dugaan ketidaksesuaian harga alat sterilisasi Rp3,4 M dan laser batu ginjal...
Pukat Trawl Masuk Zona Terumbu, 1.000 Nelayan Aceh Utara Terancam
Kapal pukat trawl diduga merusak terumbu karang Ule Rubek, mengancam mata pencaharian 1.000 nelayan tradisio...