RSUD Amri Tambunan Diperiksa: Sterilisasi Rp3,4M & Laser Rp5,033M
Deliserdang — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Deliserdang melakukan kunjungan lapangan Selasa (15/9) untuk meninjau pertanggungjawaban APBD Kabupaten Deliserdang 2025 di tiga OPD strategis, termasuk RSUD Amri Tambunan. Tim menemukan dugaan ketidaksesuaian harga pembelian alat medis, yakni alat sterilisasi dan laser untuk pengobatan batu ginjal.
Hasil kunjungan di RSUD Amri Tambunan
Kunjungan dipimpin Wakil Ketua DPRD sekaligus Koordinator Banggar H. Hamdani Syahputra dan diikuti Wakil Ketua Kuzu Serasi Tarigan serta anggota Banggar lainnya. Di RSUD, tim diterima oleh jajaran manajemen termasuk Wakil Direktur Bagian Administrasi Umum dr. Evy Yanti Hutagalung.
Banggar mencatat adanya perbedaan antara nilai anggaran dengan nilai fisik dan spesifikasi alat yang dibeli. Dua item menonjol adalah alat sterilisasi dan laser batu ginjal dengan nilai realisasi miliaran rupiah.
Data anggaran dan realisasi alat medis
| Barang | Pagu | Realisasi |
|---|---|---|
| Alat sterilisasi | Rp3.343.000.000 | Rp3.340.000.000 |
| Laser batu ginjal | Rp5.167.900.000 | Rp5.033.000.000 |
Di RSUD Amri Tambunan kita temukan ada yang tidak sinkron. Misalnya anggaran alat sterilisasi harganya Rp3,4 Miliar dan laser untuk batu ginjal Rp5,033 miliar, tapi setelah kita cek fisik dan spesifikasi, nilainya diduga tidak sesuai. Ini akan kita dalami lagi.
Tindak lanjut Banggar
Hamdani menyatakan temuan tidak berhenti di kunjungan. Banggar berencana memanggil ahli penilai independen untuk menilai kewajaran harga. Jika diperlukan, mereka akan merekomendasikan pemeriksaan ulang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kita akan panggil ahli untuk menghitung kewajaran harga. Dan kita akan rekomendasikan BPK untuk audit ulang. Jika ada indikasi kerugian negara, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai mekanisme.
Catatan lain: layanan parkir dan transparansi anggaran
Wakil Ketua DPRD Kuzu Serasi Tarigan menegaskan kunjungan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan penggunaan uang rakyat tepat dan transparan. Ia juga menyorot fasilitas parkir yang dinilai belum layak dan meminta kebijakan bebas biaya parkir motor bagi pengunjung.
Kunjungan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi memastikan uang rakyat dipakai secara benar, efektif dan tidak ada mark-up.
dr. Evy menjelaskan pengelolaan parkir bekerja sama dengan pihak ketiga dan pemasukan sekitar Rp5 juta per bulan disetorkan ke BLUD. Ia mengakui realisasi anggaran alat sesuai angka yang dicatat di RSUD.
Alat sterilisasi pagu Rp3.343.000.000, realisasi Rp3.340.000.000, dan alat laser batu ginjal pagu Rp5.167.900.000, realisasi Rp5.033.000.000.
Temuan dari RSUD Amri Tambunan serta penelusuran di Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup akan dibahas dalam rapat internal Banggar. Hasilnya dirumuskan menjadi rekomendasi resmi kepada Bupati Deliserdang, BPK, dan aparat penegak hukum.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Langsa Jadi Lokus Visitasi PKN II untuk Pemulihan Pascabencana
Pemko Langsa menerima 32 peserta PKN II untuk mempelajari kepemimpinan adaptif dan praktik pemulihan pascabe...
Tiga Calon Lolos Seleksi Administrasi Direktur Perumda Air Minum Langsa
Pemko Langsa menetapkan tiga calon lulusan seleksi administrasi Direktur Perumda Air Minum Tirta Keumuneng p...
RUUPA Aceh Perlu Ditelaah, Prof Muzakkir: Jangan Puas Delapan Pasal
Prof Muzakkir minta RUUPA Aceh ditelaah ulang meski sudah diparipurnakan; masih terbuka ruang konstitusional...
Polres Tapteng Tangkap Pemuda Tersangka Sabu 0,39 gram
Satresnarkoba Polres Tapteng menangkap DB (22) di Pinangsori, 11 Sept, dengan barang bukti sabu seberat 0,39...
Dayah Darul Quran Aceh Kirim Delegasi ke MTQ Nasional 2026
Dayah Darul Quran Aceh mengirim tiga wakil ke MTQ Nasional XXXI 11–20 Sept 2026 di Semarang; direktur juga d...
Polres Siantar Pantau Stok BBM di SPBU, Pastikan Ketersediaan
Polres Siantar memonitor sejumlah SPBU di Kota Siantar untuk memastikan stok BBM aman dan mengamankan proses...