Lokal

16 Tim Adu Gengsi di Turnamen Bola Voli Piala KONI Aceh

Bagikan:
Lapangan voli di Meurah Mulia lokasi Turnamen Piala KONI Aceh

Aceh Utara — Sebanyak 16 tim dari empat kabupaten/kota akan bersaing dalam Turnamen Bola Voli Piala Ketua KONI Aceh, yang dibuka Jumat malam, 31 Juli, di Desa Tanjong Keude Karing, Kecamatan Meurah Mulia. Turnamen ini menawarkan total hadiah Rp55 juta plus trofi dan digadang-gadang menjadi salah satu ajang voli bergengsi di Aceh.

Peserta dan lokasi

Panitia mencatat peserta berasal dari Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kota Juang (Kabupaten Bireuen), dan Kabupaten Aceh Tengah. Aceh Utara menjadi penyumbang terbanyak dengan 10 tim.

  • Aceh Utara: 10 tim
  • Kota Lhokseumawe: 4 tim
  • Kota Juang (Bireuen): 1 tim
  • Aceh Tengah: 1 tim

Seluruh laga digelar di lapangan yang sudah disiapkan di Desa Tanjong Keude Karing, dengan fasilitas parkir dan penataan area untuk penonton.

Persiapan penyelenggara

Ketua panitia pelaksana, Abdul Hafiz, menyatakan persiapan hampir tuntas. Penataan lapangan, fasilitas pendukung, dan jadwal pertandingan telah diselesaikan dan dibagikan ke peserta.

Ini merupakan pertama kalinya Turnamen Bola Voli Piala Ketua KONI Aceh diselenggarakan di Kabupaten Aceh Utara. Alhamdulillah, persiapan sudah hampir selesai. Lapangan, fasilitas parkir, hingga jadwal pertandingan telah kami siapkan.

Aturan pemain dan format pertandingan

Panitia menerapkan format bertahap untuk menjaga keseimbangan kompetisi. Pada putaran pertama diberlakukan sistem semi open, yang memberi kesempatan bagi pemain lokal tampil di awal turnamen.

  • Setiap tim wajib menurunkan dua pemain lokal dari kecamatan setempat pada awal turnamen.
  • Pemain jemputan dibatasi maksimal empat orang berada dalam lapangan saat pertandingan fase awal.
  • Posisi libero dibebaskan dari pembatasan tersebut.

Memasuki babak delapan besar, aturan berubah menjadi open, sehingga tim diperbolehkan memainkan pemain jemputan tanpa batasan jumlah di lapangan.

Format ini kami terapkan agar turnamen tetap memberikan ruang bagi pemain lokal di awal kompetisi, sekaligus menghadirkan pertandingan yang lebih kompetitif pada fase berikutnya.

Pemain dan potensi persaingan

Beberapa klub telah merekrut pemain terbaik dari berbagai daerah di Aceh. Informasi panitia menyebutkan pemain yang dikenal sebagai raja tarkam dari Sumatera Utara juga berpeluang turun memperkuat sejumlah tim, sehingga persaingan diprediksi ketat.

Hadiah dan acara pembukaan

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp55 juta ditambah trofi. Rincian penghargaan diberikan sebagai berikut:

  • Juara I: Rp30 juta
  • Juara II: Rp20 juta
  • Penghargaan individu dan tim: Rp5 juta (kategori pemain terbaik, setter terbaik, libero terbaik, quicker terbaik, serta tim terbaik)

Pembukaan resmi direncanakan dipimpin Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri (Pon Yahya), dan akan dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Harapan penyelenggara

Abdul Hafiz berharap turnamen bukan sekadar kompetisi jangka pendek, tetapi juga platform pembinaan atlet muda. Ia ingin lahir bibit pemain bola voli Aceh yang mampu berkompetisi hingga tingkat nasional.

Kami berharap turnamen ini berjalan lancar dan sukses sesuai harapan. Lebih dari itu, kami ingin kegiatan ini menjadi wadah pembinaan atlet muda sehingga lahir bibit-bibit pemain bola voli Aceh yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait