Nasional

Turis Serbu Indonesia, DPR Minta Stabilitas Rupiah Dijaga

Bagikan:
Wisatawan asing berbelanja di destinasi pariwisata Indonesia

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah meski lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara memberi peluang ekonomi. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026. Ia menilai pelemahan rupiah membuat biaya wisata dan belanja di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing, sehingga menarik kedatangan turis.

Peluang ekonomi dari lonjakan wisatawan

Chusnunia menyebut peningkatan wisatawan berdampak langsung pada perputaran uang di destinasi. Aktivitas belanja, kuliner, dan jasa pariwisata meningkat sehingga memberi manfaat bagi pelaku usaha lokal. Sektor yang menerima manfaat antara lain:

  • Pariwisata dan penyedia layanan wisata;
  • UMKM yang menjual oleh-oleh dan kuliner;
  • Usaha pendukung seperti transportasi dan perhotelan.

Menurutnya, efek ini terasa pada omzet pengusaha di daerah tujuan wisata. Peningkatan kunjungan, kata dia, mendorong lebih banyak orang belanja dan berkumpul di tempat-tempat wisata.

"Kedatangan turis-turis ASEAN di situasi dolar yang tinggi buat mata uang rupiah. Di sisi lain jadi hal positif tersendiri,"

Tantangan dari pelemahan rupiah

Meski memberi peluang, pelemahan rupiah juga menimbulkan tantangan. Chusnunia menyoroti kenaikan biaya operasional bagi pelaku pariwisata dan UMKM. Kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan impor membuat beban usaha bertambah.

Selain itu, penyesuaian harga layanan di sektor jasa tidak selalu bisa dilakukan cepat. Hal ini membuat margin keuntungan usaha berisiko menyempit saat biaya meningkat.

"Di mana peningkatan kunjungan, peningkatan orang belanja, peningkatan orang nongkrong di tempat-tempat wisata. Pastinya ada berkah buat pengusaha-pengusaha,"

Imbauan untuk jaga stabilitas ekonomi

Chusnunia menegaskan bahwa kesempatan dari lonjakan turis harus dimanfaatkan, namun tidak boleh mengorbankan kestabilan ekonomi makro. Menurutnya, pemerintah perlu tetap memprioritaskan langkah menjaga nilai tukar agar dampak negatif tidak meluas.

"Stabilitas nilai rupiah tetap harus dijaga. Jadi tidak pula terus dibiarin,"

Dengan kata lain, kebijakan yang seimbang diperlukan: memaksimalkan manfaat pariwisata tanpa mengabaikan pengendalian inflasi dan biaya operasional usaha. Upaya itu penting untuk memastikan manfaat kunjungan wisatawan berkelanjutan bagi ekonomi lokal dan nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait