Khutbah di Padang Arafah: Tri Sukses Haji Menuju Haji Mabrur
Banda Aceh — Dr Tgk H Muhammad Yusran Hadi Lc MA, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, menyampaikan khutbah pada saat wukuf di Padang Arafah, Selasa 26 Mei 2026. Khutbah berjudul "Tri Sukses Haji, Jalan Menuju Haji Mabrur Dan Kemaslahatan Bangsa" disampaikan di tenda jamaah Kloter 02 BTJ yang membawahi Aceh Besar dan Sabang.
Pelaksanaan khutbah dan ibadah
Khutbah dimulai pada pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah itu, jamaah melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar secara jamak dan qashar sesuai petunjuk Nabi Muhammad SAW. Ustadz Yusran langsung mengimami shalat bagi jamaah kloter tersebut.
Inti khutbah: Tri Sukses Haji
Dalam khutbahnya, Yusran menekankan bahwa Tri Sukses Haji bukan sekadar slogan administrasi. Ia menegaskan bahwa tujuan itu menjadi arah pelayanan agar haji memberi manfaat bagi individu, umat, dan bangsa.
"Tri Sukses Haji bukan sekadar slogan. Ia adalah arah khidmah."
"Sebab dalam timbangan syariat, setiap ikhtiar perbaikan layanan ini adalah wujud nyata dari penegakan maqashid syariah, yaitu menjaga keselamatan jiwa (hifzhun nafs), kenyamanan beribadah (hifzhud din), serta memuliakan harkat kemanusiaan..."
Sukses pertama: Ritual
Yusran menjelaskan bahwa sukses ritual berarti sahnya pelaksanaan rukun dan tata cara haji. Jamaah wajib memahami rukun, wajib, sunnah, larangan ihram, dam, rukhsah, serta tata cara sesuai syariat. Ia menegaskan bahwa wukuf, tawaf, sai, dan tahallul harus dilaksanakan sesuai ketentuan.
"Wukufnya sah. Tawafnya sah. Sa'inya sah. Tahallulnya sah."
Untuk jamaah yang beruzur, syariat memberi keringanan. Dalam konteks ini ia mengutip ayat, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286).
Sukses kedua: Ekosistem ekonomi haji
Yusran menguraikan bahwa haji menggerakkan ekosistem ekonomi besar, menyerap lebih dari dua puluh triliun rupiah. Sektor terkait meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi, logistik, layanan kesehatan, dan teknologi.
Menurutnya, pengelolaan ekonomi haji harus amanah, transparan, dan akuntabel. Semua kontrak dan dana jamaah harus dijaga agar tidak terjadi pemborosan atau penyalahgunaan.
"Jika ekosistem haji dikelola dengan benar, haji tidak hanya mengantarkan jemaah menuju kemabruran, tetapi juga menguatkan ekonomi umat dan mengangkat produk bangsa."
Sukses ketiga: Keadaban dan peradaban
Yusran menekankan bahwa haji harus membentuk akhlak personal dan sosial. Jemaah diharapkan kembali ke tanah air lebih santun, jujur, disiplin, dan rendah hati.
Haji seharusnya menghasilkan pemimpin masyarakat yang menenangkan, menyambung persaudaraan, dan menjadi katalisator peradaban nasional.
Doa penutup dan harapan
Di akhir khutbah, Ketua PC Muhammadiyah Syiah Kuala Banda Aceh itu mengajak jamaah berdoa bersama. Mereka memohon agar Allah SWT melindungi seluruh jamaah haji Indonesia dan mengaruniakan predikat haji yang mabrur.
Khutbah ini menegaskan bahwa keberhasilan haji membutuhkan integrasi antara ketepatan ritual, tata kelola ekonomi yang baik, dan transformasi akhlak sosial.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wagub Aceh bawa ulama ke BWI tuntaskan status Blangpadang
Wagub Aceh dan ulama bertemu BWI di Jakarta (23/7) untuk menegaskan status Blangpadang sebagai tanah wakaf M...
Langkat Komitmen Pertahankan UHC Prioritas untuk Akses Kesehatan
Pemkab Langkat menegaskan komitmen melanjutkan UHC Prioritas agar masyarakat tetap mendapat akses layanan ke...
Plt. Bupati Langkat Perkuat Komitmen Lawan Narkoba pada HANI 2026
Plt. Bupati Langkat Tiorita Surbakti menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor untuk melindungi anak dari...
Pelindo Multi Terminal Gelar Pelatihan Vokasi di Medan Belawan
Pelindo Multi Terminal, BBPVP Medan, dan BMM menggelar pelatihan vokasi olahan ikan dan barista di Medan Bel...
Pengacara: Sidang Ungkap Kemensos Koordinir Program Bantuan di Samosir
Penasihat hukum Fitri Agust menyatakan sidang buka fakta bahwa Kemensos mengoordinasi program bantuan di Sam...
Timsel Diminta Pertimbangkan Rekam Jejak Etik dalam Seleksi KPID Sumut
Tim Advokasi minta Timsel KPID Sumut mempertimbangkan integritas, kepatutan etik, dan rekam jejak calon dala...