Nasional

Travel Umrah Murah Gagal Berangkat, Pemerintah Didorong Tegas

Bagikan:
Ilustrasi antrean pendaftaran paket umrah di kantor travel

Lonjakan kasus jemaah umrah gagal berangkat akibat paket travel umrah murah memaksa pemerintah dan regulator didorong menerapkan sanksi tegas, akreditasi publik, dan edukasi harga dasar. Kejadian berulang dipicu travel yang menawarkan tarif di bawah biaya real, sehingga tak mampu menutup kenaikan biaya operasional penerbangan dan akomodasi.

Penyebab kegagalan pemberangkatan

Permintaan tinggi terhadap paket murah membuat sebagian agen mengambil risiko finansial. Banyak travel tidak melunasi deposit tiket jauh-jauh hari atau tidak mengantisipasi kenaikan biaya, sehingga pemberangkatan terpaksa dibatalkan mendadak.

Ketua DPP Asosiasi Travel Haji dan Umrah Indonesia Bersatu, Farid Aljawi, menunjuk masalah modal sebagai akar utama. Ia menekankan perlunya pemahaman publik soal patokan biaya minimum agar calon jemaah tidak mudah tergiur promo tidak realistis.

"Masyarakat senangnya dengan harga murah sehingga travel harga murah dikejar, begitu dicek problemnya ternyata keuangan tidak mencukupi,"

Seruan sanksi hukum dan langkah yang diminta

Para pengamat dan pelaku industri menilai penutupan satu nama perusahaan tidak cukup. Pemilik travel nakal dinilai dapat langsung mendirikan entitas baru tanpa konsekuensi berarti.

Oleh karena itu, usulan yang menguat adalah penerapan penalti hukum yang menjangkau seluruh jajaran direksi dan komisaris, serta pemblokiran nama pemilik dari industri perjalanan ibadah. Tujuannya adalah memberikan efek jera nyata dan mencegah terulangnya penipuan.

Usulan akreditasi publik dan pembinaan

Pengamat penyelenggara haji dan umrah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ade Marfudin, menyarankan sistem akreditasi publik yang transparan untuk semua agen travel. Akreditasi ini juga harus memuat kualifikasi pembimbing ibadah yang tersertifikasi.

"Harus ada efek jera sampai susunan direksi dan komisaris di-blacklist oleh negara, serta penerapan akreditasi agar masyarakat tahu mana travel unggul,"

Dengan peringkat akreditasi, calon jemaah bisa membandingkan reputasi agen sebelum membeli paket.

Edukasi konsumen dan pengawasan berkelanjutan

Para pihak meminta pemerintah tidak hanya memberi izin usaha, tetapi juga melakukan pembinaan dan perlindungan hukum bagi konsumen. Edukasi tentang patokan harga dasar umrah dan syarat keuangan travel dianggap krusial untuk membentengi jemaah dari penipuan.

Transparansi layanan, penegakan sanksi, dan pengawasan ketat disebut sebagai kombinasi yang diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Penerapan aturan lebih tegas dan mekanisme akreditasi diharapkan menata kembali ekosistem perjalanan ibadah agar aman, andal, dan bertanggung jawab bagi seluruh jemaah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait