Kemenhub Perkuat Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8
Kementerian Perhubungan mengintensifkan operasi pencarian dan penanganan korban insiden KMP Virgo Transport 8 yang terjadi pada rute Surabaya–Banjarmasin. Operasi massal berlangsung di perairan Laut Jawa sejak Minggu, 13 September 2026, untuk menemukan 129 korban yang masih dicari.
Hasil pencarian sementara
Hingga Selasa, 15 September 2026, tim gabungan menemukan 114 dari 243 orang yang berada di kapal saat insiden. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.
Sebanyak 86 korban yang ditemukan telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendapat pertolongan. Dari 86 orang itu, 85 dibawa dalam kondisi selamat dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain itu, terdapat evakuasi terpisah dari kapal pendamping. Sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan dibawa ke Pelabuhan Trisakti.
Dukungan operasional dan komunikasi
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal di sekitar area operasi. Pemberitahuan ini meminta kapal yang berlayar di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan membantu penyisiran jika memungkinkan.
Kapal-kapal diminta segera melaporkan bila menemukan korban atau informasi terkait kepada pihak berwenang seperti KSOP, VTS, SROP, atau instansi terkait lainnya. Untuk memperlancar komunikasi, Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit dikerahkan sebagai relay radio antara kapal di lokasi dan SROP.
Pengerahan KN Kunyit diperlukan karena jarak operasi menyebabkan beberapa kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung. Keberadaan kapal ini diharapkan menjaga kelancaran aliran informasi antar unsur di laut dan petugas di darat.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,”
“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan. Agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung,”
Penanganan korban dan keluarga
Dalam penanganan dampak sosial, Kemenhub mendampingi PT Jasa Raharja dalam pemberian santunan kepada ahli waris korban meninggal. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi antara instansi untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban pasca-insiden.
Ditjen Perhubungan Laut menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan, baik untuk proses pencarian maupun penanganan korban dan keluarga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Siapkan Operasi Bawah Air untuk Kecelakaan KM Virgo
Basarnas menyiapkan operasi bawah air untuk menangani kecelakaan KM Virgo, namun pelaksanaan bergantung pada...
Wamensos Dukung Satgas Port Visit 2026 ke Pasifik Selatan
Wamensos dukung Satgas Port Visit 2026 yang berlayar 14 Sep dengan KRI dr. Wahidin, membawa 318 personel, 1....
Komisi V DPR Minta Pendalaman Rentetan Kecelakaan Kapal
Komisi V DPR minta pendalaman penyebab rentetan kecelakaan kapal untuk mengevaluasi usia kapal, kondisi tekn...
DPD Dukung Gerakan Peduli Tetangga dan Minta Kejelasan Peran Agen
DPD dukung Gerakan Peduli Tetangga dan minta kejelasan peran pemerintah serta jadwal, sambil dorong Agen Per...
16 September: Hari Ozon dan Kemerdekaan Meksiko & Papua Nugini
16 September menandai Hari Ozon Sedunia serta hari kemerdekaan Meksiko (1810) dan Papua Nugini (1975), mengi...
Polri Sebut Indikasi Penipuan dalam Kasus Beras Fortifikasi
Polri menemukan indikasi penipuan pada kasus beras fortifikasi dan mendalami keterlibatan korporasi; potensi...