Nasional

Pabrik Grease Shell Beroperasi, Pasokan Domestik Makin Kuat

Bagikan:
Fasilitas pabrik grease Shell dengan pekerja lokal di Indonesia

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan pabrik grease Shell resmi beroperasi pada 15 September 2026 di Jakarta, yang memperkuat pasokan domestik dan efisiensi rantai pasok bagi industri nasional.

Peresmian dan kapasitas pabrik

Pabrik yang dikenal sebagai Grease Manufacturing Plant (GMP) mulai konstruksi pada pertengahan 2025. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sekitar 12 juta liter per tahun, menurut pernyataan pemerintah.

Roro menilai peresmian bukan sekadar pembukaan fasilitas baru, melainkan bagian dari integrasi investasi, industri, dan perdagangan untuk meningkatkan daya saing produksi domestik.

“Peresmian hari ini jauh lebih bermakna dari sekadar pembukaan fasilitas manufaktur baru. Ini merupakan representasi dari komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri Indonesia.”

Dampak pada pasokan dan rantai pasok

Operasional GMP dipandang mampu meningkatkan ketersediaan produk grease di pasar dalam negeri. Shell menyebut produksi lokal meningkat sehingga ketergantungan impor dapat berkurang.

Wamenperindag mengatakan fasilitas ini mendukung efisiensi rantai pasok dan memastikan pasokan produk bagi sektor industri yang membutuhkan.

“Kami memandang ini bukan sekadar substitusi impor. Melainkan peluang emas untuk membangun ekosistem manufaktur domestik yang jauh lebih kompetitif dan berkelanjutan.”

Dukungan investasi dan tenaga kerja

Realisasi investasi pada paruh pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen year-on-year. Roro menyebut kehadiran GMP mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Indonesia.

Shell juga menegaskan pabrik ini sepenuhnya dioperasikan oleh tenaga kerja lokal. Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, menyampaikan kontribusi peningkatan produksi dalam negeri dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen.

“Dengan beroperasinya pabrik ini, pasokan gemuk buatan dalam negeri melonjak dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen. Lebih membanggakannya lagi, pabrik ini 100 persen digerakkan oleh tenaga kerja lokal asal Indonesia.”

Prospek dan implikasi

Pimpinan global Shell, Machteld de Haan, menyatakan apresiasi atas dukungan pemerintah sejak pembangunan hingga peresmian. Menurutnya, kemitraan berkelanjutan dapat menjadi dasar kontribusi Shell terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perayaan pencapaian penting ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.”

Keberadaan GMP diperkirakan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat layanan pasar regional bagi Shell. Selain itu, fasilitas ini diharapkan mempercepat transfer teknologi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan memperkuat ketahanan pasokan bagi industri domestik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait