Trade Expo Indonesia 2026 Digelar Oktober, Bidik Buyer Global
Kementerian Perdagangan mengumumkan Trade Expo Indonesia (TEI) akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Acara ini dimaksudkan sebagai wadah pertemuan pelaku usaha Indonesia dengan buyer internasional untuk mendorong transaksi ekspor dan memperluas jaringan bisnis.
Target buyer dan harapan penyelenggara
Penyelenggara menargetkan jumlah buyer meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada TEI sebelumnya tercatat 8.045 buyer hadir dari seluruh dunia. Tahun ini pemerintah berharap jumlah peserta asing tersebut bertambah, guna membuka peluang pasar baru bagi produk lokal.
Dorongan untuk mengubah pitching jadi bisnis nyata
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mendorong pelaku usaha memanfaatkan momen TEI bukan sekadar memamerkan produk, melainkan melakukan pendekatan yang berujung transaksi. Ia menekankan pentingnya mengubah pitching menjadi business matching setiap hari selama pameran.
“Ini adalah network kita untuk melihat produk-produk kita bisa berada di etalase sedunia. Maka gunakanlah kesempatan ini sebaik-baik mungkin,”
- Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan
“Arahan Bapak Menteri, Budi Santoso adalah bisnis pitching ini harus terjadi setiap hari. Namun yang menjadi tantangan berikutnya adalah bagaimana dari pitching kita translate menjadi bisnis matching,”
- Dyah Roro Esti
Perlindungan merek dan kekayaan intelektual
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menekankan perlunya memasukkan perlindungan merek dan kekayaan intelektual ke dalam strategi bisnis. Menurutnya, tanpa perlindungan hukum, nilai ekonomi produk berkualitas berisiko hilang meski memiliki potensi pasar internasional.
"Dari kacamata perdagangan internasional, setiap produk tidak hanya harus berkualitas, tetapi kekayaan intelektualnya juga harus dilindungi. Karena itu, kekayaan intelektual selalu menjadi perhatian penting karena kita harus melindungi aset-aset nasional,"
- Budi Santoso, Menteri Perdagangan
Cara pelaku usaha memaksimalkan TEI
- Manfaatkan kesempatan untuk melakukan pitching harian kepada buyer internasional.
- Fokuskan pertemuan pada business matching yang konkret dan tindak lanjut transaksi.
- Pastikan perlindungan merek dan intellectual property menjadi bagian strategi ekspor.
Pemerintah menegaskan komitmen menjadi jembatan antara pelaku usaha Indonesia dan pasar internasional. Dengan persiapan yang matang — mulai dari kualitas produk hingga perlindungan hukum — TEI diharapkan menghasilkan kesepakatan bisnis yang mendorong ekspor dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
TRIV Group Raih 5 Penghargaan, Perkuat Kepercayaan Industri Kripto
TRIV Group meraih lima penghargaan nasional dan internasional; capaian ini memperkuat kepercayaan publik dan...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, 11 Agustus 2026
Harga emas Antam naik Rp20.000 per gram pada 11 Agustus 2026; harga 1 gram tercatat Rp2.710.000, naik dari R...
LPDB Perluas Akses Dana Bergulir untuk Koperasi Sektor Riil
LPDB memperluas akses dana bergulir bagi 36 koperasi sektor riil lewat temu mitra, digitalisasi pengajuan, d...
IHSG Diprakirakan Sideways 6.300-6.450, Pasar Tunggu Data Ekonomi
IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.300-6.450, pelaku pasar menunggu data ekonomi dan perkemban...
10 Perusahaan Indonesia Lolos ke Saudi Fashion & Tex Expo 2026
Kementerian Perdagangan memilih 10 perusahaan dari 182 pendaftar untuk tampil di Saudi Fashion & Tex Expo 20...
Aktivitas Pelanggan Angke dan Ancol Capai 3,6 Juta pada Semester I 2026
Stasiun Angke dan Ancol mencatat total sekitar 3,6 juta pergerakan pelanggan pada Semester I 2026, mendukung...