Nasional

TNI AD Bangun Pengairan di 1.703 Titik, Target 100.120 Ha

Bagikan:
TNI AD membangun jaringan pengairan untuk lahan tadah hujan agar bisa panen tiga kali setahun

Jakarta, 13 Agustus 2026 — TNI Angkatan Darat memperluas dukungan pada pertanian dengan membangun fasilitas pengairan di 1.703 titik lewat program Manunggal Air. Upaya ini ditujukan untuk mengubah lahan tadah hujan menjadi lahan produktif dan meningkatkan produksi gabah nasional.

Skala proyek dan target luas lahan

Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyatakan fasilitas pengairan telah menjangkau lahan seluas 83.150 hektare yang sebelumnya hanya mengandalkan curah hujan. Saat ini, TNI AD menambah pengerjaan di 445 titik lagi.

Dengan penambahan tersebut, total target lahan yang mendapat dukungan pengairan pada tahun ini diperkirakan mencapai 100.120 hektare. Proyek ini diharapkan mengubah pola tanam dan panen di sejumlah daerah.

Dampak pada pola tanam dan produksi

Setelah mendapat pasokan air, lahan tadah hujan yang sebelumnya hanya panen sekali atau dua kali setahun kini bisa ditanami lebih intensif. Maruli menuturkan program ini membuka peluang panen hingga tiga kali per tahun.

"Untuk air pertanian, kami sudah membuat untuk 83.150 hektare yang tadinya tadah hujan. Sekarang mereka bisa tiga kali panen."
- Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Jakarta, 13 Agustus 2026

Dia juga menargetkan peningkatan produksi gabah nasional. Dengan skenario tiga kali panen pada 100.120 hektare, Maruli berharap gabah nasional dapat bertambah signifikan.

"Yang daerah tadah hujan 100.120 hektare bisa menjadi tiga kali panen, mudah-mudahan gabah bisa jadi 1,5 juta ton per tahun."
- Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Proyek pipanisasi untuk kebutuhan air masyarakat

Selain pengairan pertanian, TNI AD juga mengerjakan jaringan pipanisasi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah kekurangan sumber air. Dua proyek terpanjang saat ini dikerjakan di Pulau Bawean dan Samosir.

  • Bawean, Jawa Timur: jaringan pipanisasi sepanjang sekitar 15 kilometer.
  • Samosir, Sumatra Utara: pembangunan jaringan pipa serupa sedang berjalan.

Jadwal penyelesaian dan harapan

Maruli berharap seluruh proyek pengairan dan pipanisasi dapat rampung pada akhir tahun ini agar manfaatnya segera dirasakan petani dan masyarakat. Penyelesaian tepat waktu juga dianggap krusial untuk mengejar target produksi tahunan.

Program ini sekaligus menunjukkan peran TNI AD di luar tugas pertahanan, yakni mendukung ketahanan pangan dan akses air bagi warga di daerah terpinggirkan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait