Teh Jahe Herbal Jadi Produk Unggulan SMKN 1 Meureubo
Siswa SMK Negeri 1 Meureubo memproduksi teh jahe herbal yang kini menjadi produk unggulan sekolah. Produk ini dihasilkan melalui pembelajaran Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan diproduksi sejak pengolahan bahan baku hingga pengemasan. Kegiatan produksi dan pemasaran berlangsung aktif dan dipamerkan di berbagai expo serta dijual langsung ke masyarakat dan instansi sekitar sekolah.
Produksi dan peran guru
Seluruh proses produksi teh jahe dijalankan oleh siswa dengan guru berperan sebagai pendamping. Pembelajaran berbasis praktik memberi ruang bagi siswa menerapkan teknik pengolahan, higienitas, dan kemasan yang layak jual. Kegiatan ini dipaparkan oleh guru pembimbing, Adi Irawan, saat menjadi narasumber di program radio pada Kamis (23/7/2026).
Produk teh jahe ini diproduksi langsung oleh siswa. Guru hanya mendampingi agar mereka memahami bagaimana menghasilkan produk yang layak dipasarkan.
Ragam produk dan strategi pemasaran
Selain teh jahe herbal, siswa menghasilkan produk lain dari jurusan berbeda. Produk tersebut dipamerkan di tingkat kabupaten dan provinsi, serta dipasarkan secara langsung oleh siswa ke berbagai pihak.
- Pakaian dari jurusan Tata Busana
- Hasil budidaya ikan dari jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar
Untuk membangun keterampilan pemasaran, siswa turun ke lapangan menawarkan produk kepada sejumlah instansi dan masyarakat sekitar. Bagian dari proses pembelajaran adalah membangun kepercayaan konsumen melalui interaksi langsung.
Siswa kami turun langsung menawarkan produk ke kantor-kantor, puskesmas, Mahkamah Syariah, Koramil, dan masyarakat sekitar. Mereka belajar bagaimana memasarkan produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
Tujuan pembelajaran dan pembiasaan positif
Sekolah menegaskan tujuan kegiatan bukan semata mencari keuntungan. Fokus utama adalah memberikan pengalaman nyata berwirausaha kepada siswa. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran dari produksi hingga penjualan.
Yang paling penting adalah siswa memahami prosesnya, mulai dari membuat produk hingga berhasil menjualnya. Dari situlah mereka memperoleh pengalaman yang sangat berharga.
Untuk menjaga semangat dan karakter peserta didik, SMKN 1 Meureubo menerapkan pembiasaan positif. Kegiatan rutin meliputi senam pagi, membaca Al-Qur'an sebelum pelajaran, dan pemberian motivasi secara berkala.
Dampak dan prospek
Melalui pembelajaran praktik dan pemasaran langsung, sekolah berharap lulusan menjadi kreatif, inovatif, dan siap berperan sebagai pelaku usaha muda. Pengalaman langsung ini dirancang untuk menguatkan kompetensi wirausaha serta mendukung pengembangan potensi daerah.
SMKN 1 Meureubo menilai pengalaman produksi dan pemasaran produk seperti teh jahe herbal memberi bekal praktis yang penting bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja atau membuka usaha sendiri.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...