Ekonomi

Kerajinan Batok Kelapa Nagan Raya Bernilai Jutaan

Bagikan:
Kerajinan hiasan dan fungsional dari batok kelapa buatan Izul Izan

Safrijal, pemilik usaha Izul Izan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengubah limbah batok kelapa menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi sejak 2015. Usaha ini berkembang setelah mendapat pelatihan dan bantuan peralatan dari pemerintah daerah, sehingga kini mempekerjakan tenaga lokal dan menembus pasar dalam maupun luar negeri.

Asal ide dan perkembangan usaha

Ide pengolahan batok kelapa muncul ketika Safrijal melihat banyaknya limbah yang terbuang. Ia lalu bereksperimen mengubah batok menjadi barang fungsional dan dekoratif. Usaha yang awalnya memakai peralatan sederhana itu mulai tumbuh saat mendapatkan pendampingan resmi.

"Awalnya saya melihat batok kelapa banyak berserakan. Dari sana muncul ide bagaimana limbah ini bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menghasilkan,"

Produksi, jenis produk, dan harga

Saat ini Izul Izan mempekerjakan sekitar lima orang dan memproduksi lebih dari 30 jenis kerajinan. Produk dibuat dengan variasi teknik sesuai tingkat kesulitan produksi.

  • Tempat kue
  • Mangkuk
  • Aksesori
  • Pot bunga
  • Lampu hias

Rentang harga beragam, mulai dari Rp5.000 untuk produk sederhana hingga Rp5.000.000 untuk produk tingkat kesulitan tinggi seperti lampu hias.

Dukungan pemerintah dan pemasaran

Pendampingan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Nagan Raya membantu peningkatan kapasitas produksi. Bantuan alat dan pelatihan membuat usaha mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kualitas produk.

Produk Izul Izan dipasarkan di berbagai daerah Indonesia dan mulai diekspor ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Jepang. Keberhasilan pemasaran juga didukung oleh jaringan komunitas perajin batok kelapa tingkat nasional yang berbagi informasi dan peluang pemasaran.

Pasar, kreativitas, dan prospek

Menurut Safrijal, keberhasilan tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

"Kita harus melihat apa yang sedang diminati masyarakat. Dari situ kita menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan,"

Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Nagan Raya, Ridiani Fitri, menegaskan dukungan berlanjut melalui pelatihan, promosi, dan pameran. Ia menyebut produk seperti ini berpotensi menjadi andalan daerah.

"Produk seperti ini memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah karena memiliki nilai kreativitas dan keunikan tersendiri,"

Penutup

Dengan inovasi dan dukungan teknis, usaha pengolahan batok kelapa di Nagan Raya menunjukkan bahwa limbah organik bisa diubah menjadi peluang usaha bernilai tinggi dan memberi dampak ekonomi lokal yang nyata.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait